Legislator: Penindakan penjual daging sapu-sapu untuk lindungi warga
Legislator: Penindakan Penjual Daging Sapu-Sapu untuk Lindungi Warga
Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai tindakan petugas Satpol PP dalam mengamankan penjual daging sapu-sapu di Jakarta Pusat sangat relevan. Menurutnya, langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat konsumsi bahan makanan yang tidak layak. “Saya yakin tindakan yang diambil sudah tepat,” ujarnya, Minggu.
Proteksi Masyarakat dari Daging Berbahaya
Kenneth menyampaikan bahwa ikan sapu-sapu dikenal sebagai jenis ikan yang hidup di perairan kotor dan berpotensi menyimpan zat serta bakteri berbahaya. “Jika dikonsumsi, bisa membahayakan kesehatan warga,” terangnya. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya menghentikan peredaran daging ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan.
“Penindakan harus tegas agar bisa memberikan efek jera,” tambahnya.
Penguatan Pengawasan dan Edukasi
Legislator yang akrab disapa Bang Kent ini meminta pihak terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, serta Dinas Kesehatan, memperketat pengawasan di lapangan. Ia berharap kegiatan penegakan hukum lebih intensif untuk mencegah penjualan ilegal daging sapu-sapu. “Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan warga menjadi kunci utama,” papar dia.
Komitmen Terhadap Keamanan Konsumsi
Kent juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat edukasi kepada masyarakat. Ia menilai sosialisasi perlu dilakukan secara masif melalui berbagai saluran, seperti media sosial, pasar tradisional, maupun lingkungan RT/RW. “Masyarakat harus lebih selektif dalam memilih protein yang aman dan memiliki asal-usul jelas,” ujarnya.
“Kami mengajak pedagang untuk bertanggung jawab,” lanjutnya.
Sebagai tambahan, ia mengimbau para pedagang untuk menjunjung etika dalam menjual bahan pangan. “Jangan mengutamakan keuntungan sesaat dengan mengorbankan keselamatan konsumen,” tegas Kent. Dengan kombinasi penindakan dan edukasi, ia optimis praktik penjualan daging sapu-sapu bisa diminimalkan secara signifikan.