Special Plan: JICT salurkan 40 hewan kurban bagi warga sekitar pelabuhan
JICT salurkan 40 hewan kurban bagi warga sekitar pelabuhan
Special Plan – Dalam rangka merayakan Idul Adha 1447 Hijriah/2026, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengadakan kegiatan penyaluran 40 ekor hewan kurban kepada masyarakat sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Acara ini melibatkan kelompok-kelompok seperti warga lingkungan ring 1, komunitas sosial, lembaga pendidikan, serta institusi yang mendukung operasional kawasan pelabuhan. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian JICT terhadap keberlangsungan hubungan harmonis antara industri logistik dan masyarakat sekitar.
Pengelolaan hubungan dengan masyarakat menjadi prioritas
Direktur Utama JICT, Ade Hartono, menjelaskan bahwa keberlanjutan kawasan pelabuhan tidak hanya bergantung pada efisiensi operasional, tetapi juga pada kualitas interaksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya. “Pelabuhan dan masyarakat saling terhubung dalam ruang yang sama, sehingga pertumbuhan kawasan logistik harus selaras dengan keharmonisan hubungan dengan warga dan pihak-pihak terkait,” ujar Ade dalam wawancara di Jakarta, Rabu. Ia menekankan bahwa program kurban ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan upaya memperkuat komitmen JICT terhadap keberlanjutan kawasan industri strategis nasional.
“Idul Adha mengingatkan kita tentang nilai berbagi dan solidaritas. Dalam konteks kawasan pelabuhan, nilai itu diterjemahkan melalui keterlibatan aktif antara pelabuhan, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung,” kata Ade.
Menurut Ade, pengelolaan kawasan pelabuhan modern memerlukan fondasi hubungan sosial yang kuat. “Dengan membangun kepercayaan bersama, keberhasilan ekonomi dan aktivitas perdagangan dapat tercapai secara seimbang,” tambahnya. Ia menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan kawasan pelabuhan tetap stabil dan memiliki daya dukung sosial yang baik, sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para pemangku kepentingan.
Proses distribusi yang terstruktur dan terkoordinasi
Distribusi hewan kurban JICT dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara merata. Ade menyatakan bahwa kegiatan ini mencakup lingkungan sekitar Tanjung Priok, kelompok-kelompok sosial, serta institusi pendukung. Seluruh proses penyaluran diatur melalui koordinasi internal untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran. “Kami memastikan setiap langkah diambil dengan penuh kehati-hatian agar manfaatnya mencapai seluruh pihak yang memerlukan,” jelas Ade.
Menurut Ade, penyaluran kurban merupakan bagian dari upaya JICT menjaga keseimbangan antara keberadaan pelabuhan dan kehidupan warga di sekitarnya. “Kami ingin menunjukkan bahwa JICT tidak hanya fokus pada kegiatan bisnis, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat ikatan sosial antara perusahaan dan komunitas, serta meningkatkan kepercayaan terhadap peran JICT dalam pengembangan kawasan industri.
Kawasan pelabuhan sebagai pusat perdagangan internasional
JICT berperan sebagai salah satu simpul penting dalam perdagangan internasional Indonesia. Ade menyebut bahwa pelabuhan tidak hanya menghubungkan barang dan layanan logistik, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia usaha dan masyarakat. “Kehadiran pelabuhan berdampak langsung pada ekonomi lokal dan stabilitas sosial di sekitarnya, sehingga perlu dikelola secara holistik,” tuturnya. Dengan mengadakan program kurban, JICT berusaha menunjukkan komitmen dalam menjaga hubungan yang sehat antara kegiatan industri dan kehidupan warga.
Ade juga menekankan bahwa keberadaan kawasan pelabuhan modern membutuhkan kolaborasi yang erat. “Kami berharap program ini menjadi langkah konkret dalam membangun komunitas yang solid dan memiliki kepercayaan terhadap perusahaan,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa penyaluran hewan kurban dilakukan setelah melalui proses finalisasi administrasi, sehingga distribusi bisa dilakukan dengan cepat dan aman. “Kami juga mengharapkan dukungan dari Pelindo Group untuk menjaga konsistensi program ini,” tambah Ade.
Nilai sosial Idul Adha dalam konteks industri
Kebudayaan Idul Adha yang mengutamakan kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi semangat utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ade mengungkapkan bahwa momentum ini memberikan kesempatan bagi JICT untuk menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan kawasan pelabuhan. “Kegiatan seperti ini membantu menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan berbagi,” ujarnya. Ia berharap bahwa program ini bisa menjadi contoh dalam membangun keharmonisan antara industri dan masyarakat.
Distribusi hewan kurban JICT juga melibatkan warga yang tergolong rentan dan kelompok pekerja. Ade menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan manfaat dari operasional pelabuhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Dengan membagikan hasil dari kegiatan operasional, kami ingin menciptakan keterlibatan yang lebih dalam dan jangka panjang dengan para pemangku kepentingan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa JICT terus berupaya memperkuat keberlanjutan hubungan antara perusahaan dan komunitas sekitar.
Sebagai bagian dari pengembangan kawasan pelabuhan, JICT juga memperhatikan dampak sosial dari keberadaannya. Ade mengatakan bahwa keterlibatan aktif dengan masyarakat sekitar dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para pekerja dan pengembang. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi bukti bahwa pelabuhan bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang mendukung masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah yang diambil, JICT menunjukkan perannya sebagai mitra yang baik dalam pengembangan kawasan pelabuhan. Kegiatan penyaluran hewan kurban ini menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan antara aktivitas logistik dan kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial yang dipegang oleh perusahaan. Ade menegaskan bahwa JICT terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari masyarakat sekitar dan mendukung keberlanjutan kawasan pelabuhan secara keseluruhan.