Main Agenda: Gubernur percepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua

Gubernur Percepat Pembukaan Akses Wilayah Terpencil di Papua

Main Agenda –

Jayapura, [date] – Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, mengungkapkan komitmen untuk mempercepat pembukaan akses ke daerah-daerah terpencil di Papua, khususnya Kabupaten Mamberamo Raya. Tindakan ini bertujuan mengurangi tingkat keterisolasian masyarakat dan memperluas kesetaraan dalam pembangunan serta pelayanan dasar di wilayah pedalaman. “Pembukaan jalan menjadi langkah penting untuk mengurangi isolasi masyarakat yang kesulitan mengakses pusat layanan kebutuhan pokok,” kata Fakhiri saat menghadiri acara di Jayapura, Minggu.

Prioritas Pembangunan Jalan

Fakhiri menyebutkan bahwa pemerintah provinsi akan memprioritaskan pembangunan jalan dari Dabra menuju Sikari dan ke daerah pedalaman lain di Mamberamo Raya. “Dalam kunjungan langsung ke wilayah tersebut, kami memahami urgensi pengembangan infrastruktur transportasi untuk memudahkan masyarakat,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga merencanakan peningkatan kualitas jaringan jalan di area terpencil agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan akses layanan publik.

“Kunjungan ke Kasonaweja beberapa hari lalu menggarisbawahi kebutuhan masyarakat setempat akan akses jalan yang lebih baik,” tambah Fakhiri. Dalam acara tatap muka bersama Forkopimda dan warga di Kasonaweja, permintaan pembukaan jalan menjadi isu utama yang disampaikan. “Pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya mempercepat distribusi bahan logistik, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pendidikan,” papar gubernur.

Pembukaan akses jalan, menurut Fakhiri, merupakan salah satu pilar strategis dalam mengembangkan daerah terpencil. “Dengan membangun jalan di pedalaman, masyarakat dapat lebih mudah mengakses pasar, rumah sakit, dan sekolah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kunjungan langsung ke wilayah ini penting untuk memperoleh gambaran nyata kondisi lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya warga,” katanya.

Kolaborasi dengan Pihak Terkait

Pembangunan jalan di Mamberamo Raya tidak hanya menjadi prioritas pemerintah provinsi, tetapi juga melibatkan kerja sama dengan pemerintah pusat. “Kami berharap ada dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi terkait lainnya,” tambah Fakhiri. Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini akan dikelola secara bertahap, dengan fokus pada titik-titik yang paling membutuhkan.

“Keterisolasian masyarakat terutama di daerah pedesaan masih menjadi tantangan besar,” kata gubernur. Untuk mengatasi ini, pemerintah Papua akan menempatkan komitmen yang kuat dalam pembangunan infrastruktur transportasi. “Kunjungan ke Kasonaweja mengingatkan kami bahwa keberhasilan pembangunan bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Di samping jalan darat, pemerintah provinsi juga berencana mengembangkan fasilitas transportasi udara dan pelabuhan untuk mempercepat mobilitas dan distribusi bahan logistik. “Bandara yang sudah ada akan dimaksimalkan manfaatnya, sementara pembangunan pelabuhan di Burmeso akan dibahas bersama pemerintah pusat,” jelas Fakhiri. Ia menegaskan bahwa integrasi berbagai moda transportasi akan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Manfaat Pembangunan Infrastruktur

Pembukaan akses ke wilayah terpencil, menurut Fakhiri, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan sektor ekonomi, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik. “Dengan jaringan transportasi yang lebih baik, layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan dapat sampai ke seluruh penjuru Papua,” tegasnya. Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi pengembangan infrastruktur.

“Pembangunan jalan darat dan udara harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” katanya. Dalam acara kunjungan kerja, Fakhiri memastikan bahwa pembangunan infrastruktur akan diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. “Kami juga akan mengadakan pelatihan bagi masyarakat untuk mengelola infrastruktur yang baru dibangun,” tambahnya.

Menurut Fakhiri, keberhasilan pembukaan akses tergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. “Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Badan Otonom untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan rencana untuk membangun jembatan di beberapa titik di Mamberamo Raya guna menghubungkan daerah yang sulit dijangkau.

Pengembangan Kawasan Ekonomi

Di samping infrastruktur transportasi, Pemprov Papua juga fokus pada pengembangan kawasan ekonomi berbasis wilayah. “Kami sedang menyiapkan program pembangunan yang mengintegrasikan pertanian dan perkebunan di kawasan pedalaman,” ujarnya. Fakhiri menyebutkan bahwa kawasan ekonomi ini akan menjadi pusat kegiatan perekonomian yang mandiri, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat langsung tanpa bergantung pada daerah perkotaan.

“Kesejahteraan masyarakat tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari ketersediaan fasilitas umum,” kata Fakhiri. Ia menambahkan bahwa program ini akan mempercepat pertumbuhan desa-desa terpencil dan meningkatkan kualitas hidup warga. “Kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan Papua akan bergerak dari bawah ke atas, bukan hanya terpusat di kota,” ujarnya.

Pembukaan akses ke wilayah terpencil, menurut Fakhiri, juga membantu mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. “Dengan akses yang memadai, warga pedalaman dapat bersaing secara lebih sehat dalam perekonomian nasional,” katanya. Ia berharap proyek ini menjadi contoh keberhasilan pemerintah dalam meratakan akses layanan ke seluruh wilayah.

Target dan Harapan

Pemprov Papua menargetkan selesainya pembangunan jalan utama di Mamberamo Raya dalam lima tahun ke depan. “Ini akan menjadi bagian dari program j

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *