Visit Agenda: DPRD Surabaya apresiasi antusiasme warga di Surabaya Vaganza 2026

DPRD Surabaya Berikan Apresiasi Terhadap Antusiasme Masyarakat dalam Acara Surabaya Vaganza 2026

Visit Agenda – Kota Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Acara Surabaya Vaganza 2026 yang digelar Pemkot Surabaya di Jalan Tunjungan akhir pekan lalu menarik perhatian banyak warga. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengungkapkan kepuasan terhadap respons positif dari masyarakat. Menurutnya, antusiasme yang terlihat dalam acara tersebut bisa menjadi momentum untuk memacu inisiatif pemerintah daerah dalam menyajikan hiburan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan penduduk.

Kegiatan Hiburan dan Pengaruhnya pada Ekonomi Lokal

Arif Fathoni menekankan bahwa kehadiran masyarakat yang begitu meriah dalam Surabaya Vaganza 2026 merupakan bentuk dukungan yang berharga. Ia menyebut, acara tersebut tidak hanya memperkaya kehidupan kota dengan kesenian dan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada perekonomian. “Festival rujak uleg dan parade mobil hias yang menjadi bagian dari Surabaya Vaganza 2026 membuktikan bahwa kegiatan serupa bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi,” ujar Toni dalam keterangan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Minggu.

“Kehadiran masyarakat untuk menikmati kegiatan dalam rangka hari jadi kota Surabaya harus menjadi energi bagi pemkot untuk terus membuat kegiatan hiburan bagi masyarakat Surabaya,” kata Toni.

Ia mengakui bahwa setelah pandemi COVID-19 pada tahun 2020, serta anjuran efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, partisipasi masyarakat dalam acara sejenis sempat mengalami penurunan signifikan. Namun, kehadiran mereka dalam Surabaya Vaganza 2026 menunjukkan kembali semangat untuk menikmati kegiatan yang berkelanjutan. “Musik gratis selalu menjadi daya tarik, dan acara seperti ini bisa menyediakan ruang untuk masyarakat berkumpul sambil menikmati seni lokal,” tambahnya.

Peran Hiburan dalam Mengurangi Kecemasan

Dalam wawancara, Toni menjelaskan bahwa kegiatan hiburan seperti Surabaya Vaganza 2026 sangat penting untuk mengatasi rasa jenuh yang muncul akibat informasi cepat di media sosial. “Banyak orang merasa bosan karena terus menerus terpapar berita, sehingga kegiatan musik atau budaya bisa menjadi sarana untuk melepas kepenatan,” ujarnya.

“Kalau orang mampu mungkin dia akan pergi ke kafe untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan hidup. Kalau saudara kita yang belum mampu yang tidak bisa datang ke kafe, maka kepenatannya tidak tersalurkan sehingga berpotensi menciptakan disharmonisasi dalam rumah tangga,” kata Toni.

Menurut Toni, informasi tentang kondisi ekonomi yang cepat menyebar di media sosial membuat masyarakat lebih sensitif terhadap tekanan hidup. “Ini bisa menimbulkan kecemasan yang menggangu ketenangan sehari-hari, jadi hiburan menjadi sarana untuk mengembalikan semangat,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa di masa lalu, warga Surabaya bisa bersantai di warung kopi sambil bercerita dan berbagi cerita, tetapi sekarang suasana tersebut berubah karena kesibukan masing-masing individu.

Upaya Menyongsong Hari Pahlawan dengan Acara Inklusif

Toni menyoroti bahwa Surabaya Vaganza 2026 menjadi wujud kepedulian Pemkot Surabaya terhadap kesejahteraan masyarakat. “Tujuan acara ini tidak hanya memperkenalkan budaya lokal, tetapi juga membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk bertahan hidup,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa gelaran musik gratis selalu diikuti oleh pedagang air mineral dan pelaku UMKM yang menjual produk mereka, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui bisa terwujud lewat acara ini. Setiap kegiatan hiburan yang mengundang masyarakat bisa menjadi sarana untuk mendeligitimasi kewibawaan pemerintah,” kata Toni.

Kemudian, ia berharap Pemkot Surabaya dapat memperluas konsep hiburan tersebut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada November mendatang. “Adanya kegiatan yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat akan menciptakan kebersamaan yang lebih kuat,” ujarnya. Beberapa ide yang diajukan termasuk teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamamoto, serta napak tilas bangunan bersejarah yang ada di Kota Surabaya.

Peluang untuk Memperkuat Hubungan Sosial dan Budaya

Toni mengungkapkan bahwa Surabaya Vaganza 2026 menjadi wadah bagi warga untuk mengakrabkan diri dengan sesama, terutama di tengah kehidupan yang semakin digital. “Kegiatan musik di Balai Kota, misalnya, bisa menjadi perayaan yang lebih personal, dengan band asli Surabaya yang menghadirkan beragam genre musik,” jelasnya. Ia berharap inisiatif ini bisa terus dikembangkan agar masyarakat merasa terlayani dan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial.

Menurut Toni, kehadiran masyarakat yang besar dalam acara tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal masih relevan. “Ini juga menjadi bentuk peneguhan bahwa seni dan hiburan bisa menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, terutama di tengah situasi yang serba cepat dan dinamis,” katanya. Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya perlu memperhatikan kebutuhan warga dalam menyusun agenda kegiatan, agar tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga bermanfaat untuk pengembangan ekonomi dan keharmonisan sosial.

Harapan untuk Kegiatan yang Lebih Terjangkau

Arif Fathoni mengungkapkan bahwa kegiatan hiburan yang gratis, seperti Surabaya Vaganza 2026, menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak mampu menghabiskan dana besar untuk mengikuti acara serupa. “Dengan menghadirkan musik dan seni dari komunitas lokal, Pemkot Surabaya bisa menjangkau warga dari berbagai kalangan, termasuk yang berpenghasilan rendah,” ujarnya.

“Situasi ekonomi yang serba cepat dan pergeseran sosial membuat masyarakat sulit merasa nyaman dalam keramaian, jadi hiburan harus dirancang agar bisa memberikan dampak yang lebih luas,” kata Toni.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperhatikan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memperkaya budaya, tetapi juga memberikan peluang bagi warga untuk bersosialisasi secara alami. “Dengan kehadiran banyak orang, mereka bisa saling berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih kuat, terutama di tengah pandemi yang membuat interaksi sosial berkurang,” tambahnya.

Toni menutup wawancara dengan harapan bahwa Pemkot Surabaya terus berinovasi dalam menyajikan acara yang menarik dan bermanfaat. “Dengan kombinasi hiburan dan edukasi, kegiatan seperti Surabaya Vaganza 2026 bisa menjadi model yang baik untuk pengembangan kota,” katanya. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mendukung kegiatan yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya seni dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *