Key Issue: Kohler dan Flamingo Estate Ciptakan Bathhouse Skulptural yang Berakar Pada Ritual, Alam, dan Kerajinan di Pameran Milan

Kohler dan Flamingo Estate Ciptakan Bathhouse Skulptural yang Berakar Pada Ritual, Alam, dan Kerajinan di Pameran Milan

Durasi Milan Design Week 2026 menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara Kohler dan Richard Christiansen, pendiri Flamingo Estate, yang memperkenalkan The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler. Instalasi multidimensi ini mengajak pengunjung menyatu dengan elemen alam, di mana keindahan arsitektur, kesan lanskap, dan ketenangan dirancang sebagai satu kesatuan pengalaman. Lokasi di Padiglione d’Arte Contemporanea (Via Palestro, 14) menegaskan visi ini, dengan bangunan brutalist yang terlihat alami dari padang rumput, dihiasi tujuh spesies bunga liar.

Eksperimen Desain Berbasis Alami

Bathhouse ini menggambarkan pengalaman menyelami alam, di mana desain seluas 247 kaki persegi memadukan warna logam terpapar cuaca dan permukaan alami. Material intonachino, yang memberi tekstur mineral, menghasilkan kesan kokoh mirip beton. Jendela kaca patri besar karya Samuele Dossena, artisan Milan, menyaring cahaya lembut ke permukaan berwarna terakota. Sementara lilin Flamingo Estate berjejer di dinding, menambah suasana tenang dan menyedot perhatian.

“Bathhouse ini adalah refleksi tentang ritual, alam, dan kekuatan bahan yang tidak terlihat. Kami membayangkan tempat yang memadukan bunga liar, air, serta cahaya menjadi pengalaman multisensori, mengembalikan kita pada ritme bumi,”

Menurut Richard Christiansen, konsep ini mencerminkan upaya untuk membangun hubungan antara manusia dan lingkungan. Kerja sama dengan Kohler memungkinkan wujudnya, dengan teknik yang memadukan keahlian tradisional dan inovasi modern.

Reverie: Bak Mandi Berbahan Tembaga

Dalam ruangan, pengunjung menyambut Reverie, bak mandi freestanding terbaru dari Kohler. Bahan besi cor dilapisi enamel dan tembaga, membentuk wujud yang kokoh namun mengundang kehangatan. Tembaga ini menutupi bak yang terbuat dari 80% material daur ulang, menggarisbawahi keberlanjutan keahlian lama. Untuk pertama kalinya, Kohler menggunakan tembaga sebagai bahan utama, menambah dimensi baru dalam perancangan kategori ini.

“Desain dan proses kreatif selalu menjadi prioritas Kohler, membentuk tradisi dan mendorong inovasi. Kami senang bermitra dengan Richard Christiansen dan Flamingo Estate selama Milan Design Week untuk terus menginspirasi melalui seni dan desain,”

David Kohler, Pimpinan dan CEO Kohler Co, menegaskan kebanggaan atas kolaborasi ini. Instalasi terus mendorong eksplorasi material dan kerajinan, menciptakan ruang relaksasi, meditasi, serta keterhubungan dengan cahaya, air, dan materi.

Pollinator Bath: Ruang Penyerbuk dan Ekologi

Di taman, empat Pollinator Bath dipasang, konsep yang diciptakan oleh Christiansen dan dirancang Kohler. Batuan hasil cetakan di pabrik pengecoran bersejarah Wisconsin ini berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi lebah, burung, dan spesies penyerbuk lainnya. Struktur ini menggambarkan prinsip Brutalism di luar, dengan permukaan organik di dalam, menyiratkan komitmen terhadap ekologi dan keseimbangan manusia dengan alam.

“Pollinator Bath mewujudkan gagasan bahwa desain harus memberi ruang bagi ritual manusia dan pengelolaan lingkungan. Ini adalah bentuk skulptural yang mencerminkan hubungan antara arsitektur dan ekosistem,”

Michael Seum, VP Global Design Kohler Co, menggambarkan visi kolaborasi ini sebagai ruang yang memulihkan tubuh dan pikiran, sekaligus mengembalikan perhatian terhadap interaksi material dan lingkungan. Lilin khusus dari Flamingo Estate dilengkapi dengan Pollinator Bath Soap Brick, aroma yang terinspirasi perjalanan menyusuri kota Milan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *