Pemkot Ambon perkuat pendampingan digitalisasi bansos melalui bimtek

Pemkot Ambon perkuat pendampingan digitalisasi bansos melalui bimtek

Pemkot Ambon perkuat pendampingan digitalisasi bansos – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan akurasi distribusi bantuan sosial (bansos), Pemerintah Kota Ambon menggelar bimbingan teknis (Bimtek) khusus untuk agen pendamping digitalisasi. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kota Ambon pada Selasa (12/5), dihadiri oleh sejumlah petugas dan penyuluh yang bertugas memastikan bansos sampai tepat kepada masyarakat yang berhak. Acara ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Ambon untuk mengoptimalkan sistem perlindungan sosial melalui pemanfaatan teknologi digital.

Transformasi digital sebagai solusi efektif

Pelatihan yang diadakan selama dua hari tersebut bertujuan memberikan pemahaman lebih dalam tentang penggunaan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai alat utama dalam distribusi bansos. Dalam pidato pembukaan, Wali Kota Ambon, Muhammad Ali, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi agar pelayanan sosial lebih transparan dan terukur. “Dengan digitalisasi, kita bisa menghindari kesalahan target dan mempercepat proses distribusi,” ujarnya, menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan aktif para pendamping di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini karena mengakui tantangan yang dihadapi oleh petugas dalam mengakses data secara manual. Bimtek ini akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kapasitas mereka,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Lusiana Siahaan, dalam sesi diskusi terbuka.

Perlinsos, sebagai platform digital yang digunakan, berperan krusial dalam mengumpulkan data penduduk, memverifikasi kebutuhan, dan menyalurkan bantuan secara langsung. Namun, banyak petugas masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem tersebut, terutama dalam hal pemrosesan data dan penggunaan fitur-fitur terkini. Bimtek ini dirancang untuk memperbaiki hal tersebut dengan menyediakan panduan praktis dan contoh kasus nyata.

Persiapan dan pemanfaatan teknologi untuk masyarakat

Kebutuhan untuk digitalisasi bansos muncul dari latar belakang kesenjangan dalam pelayanan sosial tradisional. Sistem manual seringkali menyebabkan kehilangan data, penundaan proses, dan potensi korupsi. Dengan memperkuat pendampingan teknis, Pemkot Ambon berharap mampu meminimalkan risiko tersebut serta memastikan bantuan sosial lebih merata dan berkelanjutan. “Kami juga ingin mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyaluran bansos melalui aplikasi ini,” tambah Lusiana.

Bimtek yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta ini diisi dengan berbagai materi, seperti cara mengakses dan mengisi data di Perlinsos, penggunaan fitur pemantauan real-time, serta analisis data untuk pengambilan keputusan. Selain itu, para peserta diberikan kesempatan untuk berlatih langsung dalam simulasi penerapan sistem digital. Materi ini dirancang agar petugas tidak hanya menguasai teknis penggunaan portal, tetapi juga memahami prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Peran agen pendamping dalam pengembangan program

Agen pendamping, sebagai garda depan dalam pemanfaatan teknologi, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keberhasilan digitalisasi bansos. Mereka tidak hanya memverifikasi identitas penerima bantuan, tetapi juga memastikan proses distribusi berjalan lancar dan sesuai dengan aturan. Kehadiran para pendamping ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan sosial pemerintah.

Sebagai contoh, dalam program bansos terkait bantuan pangan, agen pendamping diminta untuk memastikan data penerima bantuan tidak terduplikasi dan tidak ada yang terlewat. Dengan penggunaan Perlinsos, proses ini lebih terstruktur dan bisa diakses oleh seluruh petugas secara simultan. “Kami juga berharap, melalui pelatihan ini, para pendamping bisa menjadi pionir dalam penggunaan teknologi di lingkungan masyarakat,” jelas salah satu instruktur yang hadir.

“Sebelumnya, ada beberapa kendala dalam pemanfaatan portal, seperti kesalahan input data dan kebingungan dalam mengakses fitur. Bimtek ini sangat membantu kami memahami cara kerja sistem secara lebih mendalam,” tutur salah satu peserta, Dodi Surya, yang merupakan pendamping bansos di salah satu kelurahan di Ambon.

Sebagai bagian dari upaya ini, Pemkot Ambon juga merancang pelatihan berkelanjutan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan para pendamping tetap diperbarui. Selain itu, pihak pemerintah akan melakukan evaluasi berkala terhadap keberhasilan digitalisasi bansos. “Kami akan mengecek setiap tahap pemanfaatan portal, mulai dari pengumpulan data hingga pelaporan hasil,” jelas Lusiana. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hambatan yang mungkin muncul dan memberikan penyesuaian yang diperlukan.

Kontribusi teknologi dalam mendorong keadilan sosial

Digitalisasi bansos di Ambon juga diharapkan menjadi langkah untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada kelompok rentan, seperti warga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas. Dengan sistem online, penerima bantuan tidak perlu mengantre atau mengirimkan berkas secara fisik, sehingga mengurangi waktu dan biaya yang dikeluarkan. Selain itu, transparansi dalam penggunaan dana bansos juga meningkat, karena setiap transaksi tercatat dan bisa dipantau oleh seluruh pemangku kepentingan.

Kehadiran teknologi digital diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses antar daerah. Misalnya, daerah terpencil yang sebelumnya kesulitan mengirimkan data ke pusat bisa langsung mengakses sistem melalui perangkat ponsel atau komputer. “Ini juga menguntungkan bagi warga yang memiliki keterbatasan akses ke layanan tradisional,” kata Lusiana. Pemkot Ambon telah meluncurkan berbagai langkah untuk memastikan akses yang mudah, termasuk pembuatan panduan penggunaan yang sederhana dan penggunaan aplikasi mobile sebagai alternatif.

Bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ambon dalam membangun sistem sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kapasitas pendamping digital, pemerintah berharap mampu menciptakan kesinambungan dalam pengelolaan bansos, sehingga masyarakat bisa lebih terlayani. “Kami juga akan mengadakan pelatihan untuk warga yang berpartisipasi dalam pengawasan melalui platform ini,” tambah Lusiana. Langkah ini merupakan bagian dari visi Pemkot Ambon dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera melalui pemanfaatan teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *