Main Agenda: Jalur pendakian Gunung Dempo bakal dibuka lagi sebelum akhir Mei

Jalur Pendakian Gunung Dempo Akan Dibuka Kembali Sebelum Akhir Mei

Main Agenda – Palembang, Sumatera Selatan—Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) sedang menyiapkan langkah-langkah untuk membuka kembali jalur pendakian Gunung Dempo, yang berlokasi di Kabupaten Pagar Alam. Rencana ini diharapkan dapat terealisasi sebelum tanggal 30 Mei 2026. Hal ini diumumkan setelah Brigade melakukan sejumlah pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta Kepolisian Resor (Polres) Pagar Alam.

Desta Ndruru, Sekretaris Brigade di Pagaralam, mengonfirmasi pada Sabtu bahwa penurunan tingkat aktivitas vulkanik menjadi dasar utama untuk mengusulkan pembukaan kembali jalur tersebut. “Kami telah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk Wakil Wali Kota Pagar Alam, yang mengharapkan jalur pendakian segera dioperasikan kembali sebelum akhir bulan Mei. Penurunan intensitas erupsi Gunung Dempo selama periode 1 April hingga 15 Mei 2026 menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Kolaborasi dengan Pemkot dan DPRD

Pembukaan jalur ini tak hanya berdasarkan data vulkanik, tetapi juga melibatkan keterlibatan aktif dari instansi pemerintah setempat. Wakil Wali Kota Pagar Alam, Bertha, memberikan persetujuan penuh dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (22/5). Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pagar Alam langsung berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Kehutanan (UPT) Wilayah X Dempo, Sumatera Selatan, untuk membahas rincian teknis pembukaan jalur.

Keputusan cepat ini didasari oleh harapan bahwa Gunung Dempo akan menjadi daya tarik wisata yang signifikan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Pagar Alam pada Juni 2026, serta menjelang peringatan HUT RI dalam tiga bulan ke depan. Dengan kembali aktif, destinasi alam ini diharapkan dapat menarik pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam kawasan Gunung Dempo.

“Kami memperhatikan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menunjukkan penurunan aktivitas erupsi. Ini menjadi alasan kuat untuk memulai pembukaan kembali jalur pendakian,” kata Desta Ndruru.

Kesiapan dari Pihak Legislatif

Sebelum bertemu dengan pihak eksekutif, Brigade juga melakukan pertemuan dengan DPRD Kota Pagar Alam pada Senin (18/5). Pertemuan tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Syahrol Effendy. “Pihak legislatif sangat mendukung rencana pembukaan resmi ini. Sejak jalur ditutup pada 7 April 2026, banyak pendaki yang memasuki kawasan secara ilegal. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah di sepanjang jalur akibat minimnya pengawasan,” ujarnya.

Desta menambahkan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur pendakian berdasarkan data terkini dan kesepakatan bersama antara berbagai pihak. Selain itu, langkah ini juga didasari kebutuhan untuk memperbaiki pengelolaan kawasan Gunung Dempo, yang selama ini menjadi objek wisata favorit bagi masyarakat sekitar.

Peran Kepolisian dalam Pengawasan

Pada pertemuan terpisah, Brigade juga berkoordinasi dengan Kapolres Pagar Alam yang diwakili oleh Kabag OPS, AKP Ramsi. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian menekankan pentingnya tetap menjaga komunikasi yang intens dengan PVMBG dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebelum resmi membuka jalur pendakian.

“Kami mengingatkan agar Brigade terus berkoordinasi dengan PVMBG dan KPH, agar semua risiko keselamatan dapat diminimalkan. Pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan para pendaki dapat beraktivitas dengan aman,” kata AKP Ramsi.

Desta menjelaskan bahwa tim Brigade telah melakukan pengecekan kesiapan infrastruktur dan keselamatan di sepanjang jalur pendakian. Segala hal mulai dari aksesibilitas hingga kondisi alam kawasan Gunung Dempo dianggap telah memenuhi standar yang diperlukan. “Ini adalah langkah yang matang, karena kita ingin memastikan bahwa para pendaki tidak hanya merasakan keindahan Gunung Dempo, tetapi juga merasa nyaman dan aman selama perjalanan,” katanya.

Harapan untuk Meningkatkan Wisata

Pembukaan kembali jalur pendakian diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan, terutama menjelang momen penting seperti HUT ke-25 Kota Pagar Alam dan HUT RI. Gunung Dempo, dengan panorama alam yang menakjubkan dan aksesibilitas yang baik, menjadi destinasi yang diminati oleh para pecinta alam. Dengan dibukanya jalur ini, pihak pemerintah dan Brigade berharap bisa mengakselerasi kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perekonomian daerah.

Desta Ndruru menegaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari konsensus yang baik antara semua pihak terkait. “Kami mengapresiasi dukungan dari Pemkot Pagar Alam, DPRD, serta Polres. Semua pihak saling bersinergi untuk memastikan jalur pendakian dapat dioperasikan dengan aman dan efisien,” tambahnya.

Dengan pembukaan jalur pendakian pada akhir Mei 2026, kawasan Gunung Dempo akan kembali menjadi pusat kegiatan wisata. Hal ini juga sejalan dengan visi Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang sebelumnya menyatakan bahwa seluruh destinasi wisata di kawasan Gunung Dempo akan perlahan dibuka kembali. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara keindahan alam dan keamanan para pengunjung.

Sejumlah langkah persiapan juga telah dilakukan, termasuk pemasangan peringatan keselamatan di jalur pendakian, pengaturan pengelolaan sampah, serta peningkatan pengawasan di sekitar kawasan Gunung Dempo. “Kami ingin menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan pendaki. Selain itu, kami juga berharap dapat mempercepat kembali aktivitas wisata di wilayah ini,” tutur Desta.

Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang baik antarinstansi, pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Dempo menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memperkaya pengalaman wisatawan. Seluruh pihak berharap keputusan ini dapat berdampak positif bagi masyarakat serta menjaga keseimbangan antara keberlanjutan wisata dan pengelolaan lingkungan alam yang terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *