What Happened During: Harimau datang, 10 warga Agam di sawah berlindung di pondok tiga jam
Harimau Datang, 10 Warga Agam Berlindung di Bangunan Sederhana Selama Tiga Jam
What Happened During – Lubuk Basung, Sumatera Barat – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi pada Selasa lalu, ketika sejumlah warga dari Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terpaksa berlindung di dalam bangunan sederhana setelah menghadapi ancaman Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) yang mendekati mereka saat bekerja di ladang padi. Kegiatan pertanian yang biasanya dilakukan dengan tenang justru terganggu oleh kehadiran satwa liar yang secara alami menghuni wilayah tersebut.
Menurut informasi dari salah satu warga setempat, Matua Hilia Suardi, mereka mengambil langkah cepat untuk berlindung setelah melihat harimau tersebut. “Kami berlindung di dalam bangunan selama tiga jam, dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, karena harimau Sumatra mendekati kami,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa harimau pertama kali muncul di jalan yang menghubungkan ladang warga dengan pemukiman. Saat itu, seorang petani berusaha mengambil seekor kerbau yang berada di dekat lokasi bangunan.
“Kami berlindung di dalam bangunan sampai petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar tiba di lokasi, karena sudah ada warga yang melaporkan kondisi itu ke pemukiman,” kata Suardi.
Sebelumnya, harimau yang disebut sebagai salah satu spesies yang dilindungi ini berada di dekat jalan raya, kemudian berkeliaran ke arah ladang. Tiba-tiba, seekor kerbau terlihat menghampiri bangunan dengan jarak sekitar 100 meter dari titik awal penampakan harimau. Situasi ini menimbulkan ketegangan, terutama bagi warga yang sedang bekerja di luar rumah. Karena tidak ada jaringan komunikasi yang memungkinkan koordinasi, mereka harus bergantung pada observasi langsung untuk menghindari bahaya.
Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan bahwa petugas BKSDA bersama sejumlah elemen lain turun ke lokasi setelah menerima laporan dari pemerintah nagari sekitar pukul 15.00 WIB. “Kami langsung mengevakuasi warga setelah mengetahui adanya ancaman dari harimau, terutama saat sedang melakukan penanganan konflik di nagari tetangga sejak Sabtu (2/5) lalu,” terangnya. Ade Putra menjelaskan bahwa pihak BKSDA terpaksa bergerak cepat karena kejadian tersebut menimbulkan risiko tinggi bagi masyarakat yang berada di area pertanian.
“Sesampai di lokasi, satwa dilindungi masih berada di sekitar area dan kami mencoba mengusirnya agar warga bisa dievakuasi ke tempat yang aman,” imbuh Ade Putra.
Kejadian ini terjadi saat tim BKSDA sedang melaksanakan tugas penanganan konflik dengan hewan liar di Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur. Dalam penanganan tersebut, mereka mengalami hambatan karena kondisi jaringan yang tidak stabil. Meski demikian, petugas tetap berupaya maksimal untuk menjamin keamanan warga. Ade Putra menegaskan bahwa kehadiran harimau Sumatera di wilayah tersebut bukanlah hal yang langka, namun penanganannya memerlukan kerja sama lintas sektor untuk mengurangi risiko interaksi antara manusia dan satwa.
Sejumlah anggota Patroli Anak Nagari (Pagari) seperti Baringin dan Salareh Aia, serta personel Koramil Matua dan Polsek Matua, turut terlibat dalam upaya mengevakuasi warga. Selain itu, masyarakat setempat juga memberikan bantuan dengan memperhatikan gerak-gerik harimau dan membantu memastikan keamanan di sekitar lokasi. Proses evakuasi berlangsung lancar setelah tim BKSDA berhasil mengusir harimau yang kembali ke habitat alaminya.
Menurut Ade Putra, BKSDA Sumbar telah lama mengupayakan pengawasan terhadap keberadaan harimau Sumatera di daerah tersebut. Ia menambahkan bahwa spesies yang menjadi simbol kekayaan hayati Sumatera ini sering kali bersinggungan dengan warga karena perluasan areal pertanian. “Kami selalu berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi potensi konflik,” katanya. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa BKSDA telah memperkuat sistem komunikasi antar-nagari agar kejadian serupa tidak terulang.
Kepala BKSDA Sumbar ini menekankan bahwa keberadaan harimau Sumatera di wilayah perkebunan adalah bagian dari dinamika ekosistem. Ia mengimbau warga tetap waspada saat berada di kebun dengan cara tidak bepergian sendirian, melakukan aktivitas pertanian pada jam yang telah ditentukan, dan mengandangkan ternak mereka sebelum masuk ke ladang. “Aktivitas di kebun sebaiknya dilakukan antara pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, agar warga bisa menghindari waktu puncak keberadaan harimau,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, BKSDA Sumbar juga menyediakan pelatihan dan fasilitas seperti penangkal hewan liar untuk masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Ade Putra berharap kejadian serupa dapat diminimalkan dengan kerja sama yang lebih baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga konservasi. “Kami terus berupaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertanian dan konservasi,” katanya.
Dari sisi lingkungan, kejadian ini juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Harimau Sumatera, yang termasuk dalam kategori hewan langka, membutuhkan ruang hidup yang luas. Namun, karena lahan pertanian terus berkembang, interaksi antara manusia dan hewan liar semakin sering terjadi. Suardi, yang juga salah satu korban peristiwa ini, menyetujui langkah-langkah yang diambil BKSDA. “Kami menghargai upaya pihak BKSDA untuk melindungi warga, terutama saat harimau sudah mendekati area pertanian,” katanya.
Dengan adanya koordinasi yang lebih intensif, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah sejak dini. BKSDA Sumbar juga berencana memperluas program penanganan konflik hewan liar dengan melibatkan lebih banyak warga dalam pengawasan lingkungan. “Kami sedang mengembangkan sistem pengawasan berbasis komunitas, agar setiap warga bisa menjadi bagian dari upaya melindungi satwa dan menjamin keselamatan diri,” kata Ade Putra. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjaga harmoni antara manusia, ternak, dan ekosistem alam yang mereka tinggali.
Sebagai akhir dari laporan ini, kejadian di Nagari Matua Hilia menjadi cont