New Policy: Dorong industri baterai nikel, Indonesia bidik kemandirian energi

Dorong industri baterai nikel, Indonesia bidik kemandirian energi

Dari Jakarta, Ikatan Alumni Geologi Institut Teknologi Bandung (IAGL ITB) mengusulkan pemerintah memperkuat sistem industri baterai yang memanfaatkan nikel sebagai bahan baku utama. Langkah ini diharapkan mendukung tujuan nasional menuju kemandirian energi di tengah tantangan geopolitik global.

Peran nikel dalam transisi energi

Ketua Umum IAGL ITB, Abdul Bari, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan energi yang tidak hanya memperhatikan peningkatan produksi minyak bumi, tetapi juga mengembangkan hilirisasi sumber daya strategis seperti nikel. Menurutnya, industri baterai nikel menjadi elemen kunci untuk mendukung kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

“Rekomendasi kami meliputi peningkatan lifting minyak bumi melalui insentif fiskal kepada perusahaan pengusaha minyak. Selain itu, hilirisasi batubara dan nikel harus dilakukan secara paralel untuk mempercepat transisi energi bersih,” jelas Bari.

Kebutuhan dan potensi energi nasional

Bari mengungkapkan kebutuhan minyak bumi Indonesia mencapai 1,7 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 605.000 barel per hari. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri untuk menentukan arah kebijakan yang efektif.

Indonesia memiliki cadangan nikel yang sangat besar, dengan kapasitas produksi listrik mencapai 50 GWh per tahun dan potensi total melebihi 1 TWh. Pengembangan ekosistem industri baterai nikel dinilai mampu meningkatkan nilai tambah serta mendorong adopsi energi listrik secara lebih cepat.

Strategi pemanfaatan batubara

Bari menyoroti bahwa batu bara tetap penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Negara ini memiliki sumber daya batubara sebanyak 97 miliar ton dengan cadangan terbukti sekitar 32 miliar ton. Teknologi seperti gasifikasi untuk menghasilkan DME, peningkatan kualitas, dan penerapan metode ramah lingkungan dianggap sebagai langkah strategis.

Kebijakan pemerintah dalam hilirisasi

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyatakan pemerintah terus memaksimalkan produksi minyak bumi, termasuk mengoptimalkan sumur yang tidak aktif dan eksplorasi di cekungan baru. “Ada 128 cekungan yang sudah ditemukan, tetapi baru 60 di antaranya dieksplorasi. 68 cekungan lainnya masih belum dimanfaatkan,” tambahnya.

“Industri baterai adalah bagian dari hilirisasi nikel yang dipercepat pemerintah. Meski saat ini fokus pada produksi NPI untuk baja dan stainless steel, ekosistem baterai nikel akan menjadi pilar utama dalam jangka panjang,” ungkap Sugeng.

Kemandirian energi sebagai target utama

IAGL ITB mendorong percepatan eksplorasi minyak secara intensif sebagai langkah mitigasi. Namun, keberlanjutan energi nasional juga diharapkan didukung oleh hilirisasi nikel dan batubara. Dengan kombinasi ini, Indonesia bisa memperkuat kedaulatan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *