Pemerintah dorong UMKM masuk rantai pasok pariwisata Bintan

5 hours ago  ·  3 min read
By Linda Hernandez - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1784820200-05325537e3

UMKM Bintan Diminta Lebih Aktif dalam Rantai Pasok Pariwisata

Memperkuat Keterlibatan Pelaku Usaha Lokal

Pemandanganindah.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara aktif mendorong para pelaku usaha di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam rantai pasok industri pariwisata. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan memperluas manfaat ekonomi yang dihasilkan dari pertumbuhan sektor wisata di wilayah tersebut. Reghi Perdana, Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, menyampaikan pernyataan ini dalam keterangan pers yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya menguntungkan investor besar, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha lokal.

Menurut Reghi, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan peran UMKM yang semakin signifikan dalam ekosistem pariwisata. Keterlibatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan produk-produk lokal, penyajian kuliner khas, pembuatan cendera mata, hingga pemenuhan berbagai kebutuhan industri wisata lainnya. Pariwisata dinilai memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian integral dari ekosistemnya. Dengan kata lain, ketika wisatawan datang ke Bintan, mereka tidak hanya menginap di hotel, tetapi juga membeli kerajinan tangan, menikmati makanan tradisional, dan menggunakan jasa transportasi lokal.

“Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal,” ujar Reghi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Kamis.

Potensi Besar Pariwisata Bintan

Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya nilai tambah ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat melalui keterlibatan UMKM. Data dari Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan bahwa sektor pariwisata daerah tersebut memiliki potensi yang sangat besar. Saat ini, Bintan memiliki 55 hotel dan resort serta 219 destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Angka-angka ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur dan menarik investasi di sektor pariwisata.

Destinasi-dstinasi tersebut terdiri atas 131 objek wisata alam, 54 wisata kuliner, 14 wisata religi, 10 sentra cendera mata, lima wisata budaya, tiga wisata pendidikan, dan dua wisata pertanian. Potensi tersebut juga didukung oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan yang konsisten. Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan mencapai 109.090 orang atau meningkat 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 339.425 orang atau tumbuh 15,17 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Bintan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik.

“UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri pariwisata,” katanya.

Reghi menekankan bahwa peningkatan peluang ekonomi dari sektor pariwisata perlu diikuti dengan penguatan kapasitas UMKM. Penguatan ini mencakup aspek kualitas produk, kapasitas usaha, maupun daya saing secara keseluruhan. Untuk memperkuat ekosistem UMKM, Kementerian UMKM terus memperluas program pemberdayaan melalui pendampingan usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, inkubasi bisnis, serta pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bintan. Program-program ini dirancang untuk memastikan bahwa UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang seiring dengan pertumbuhan pariwisata.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Pusat

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya saing kawasan wisata melalui berbagai upaya. Pembangunan infrastruktur, promosi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan destinasi wisata berkelanjutan berbasis masyarakat menjadi fokus utama. Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat agar Bintan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong UMKM masuk rantai pasok pariwisata secara lebih luas.

“Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin baik, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Roby.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang optimal. Dengan demikian, UMKM di Bintan tidak hanya menjadi penyedia produk dan jasa, tetapi juga menjadi bagian integral dari pertumbuhan ekonomi pariwisata yang berkelanjutan. Keterlibatan yang lebih aktif dari UMKM akan memastikan bahwa manfaat ekonomi dari sektor wisata dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal. Melalui pendekatan yang terintegrasi, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi pariwisata Bintan di masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY