Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang
Pemandanganindah.com – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melangkahkan kaki ke area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis sore. Kehadiran dua pemimpin tertinggi negara ini menandai salah satu momen paling ditunggu dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Prabowo tercatat tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Ia tampil dengan busana khas pesantren: baju koko putih dipadukan celana hitam dan kopiah hitam. Gibran, yang mendampingi di sisi kanan, memilih setelan jas hitam lengkap dengan kopiah hitam. Keduanya langsung disambut oleh barisan pengurus NU yang telah berjajar di area kedatangan.
Penerimaan oleh Puncak Kepemimpinan NU
Di barisan depan penyambutan, hadir Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, serta Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas KH. M. Hasib Wahab Hasbullah. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bobot acara yang bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, melainkan pengakuan terhadap posisi NU sebagai pilar kebangsaan.
Di dalam tenda utama acara, Prabowo kemudian berinteraksi dengan sejumlah kiai NU dan tokoh nasional. Di antara mereka terdapat Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang selama ini dikenal sebagai tokoh perempuan NU. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Dari lingkaran politik, tampak Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Penghormatan terhadap Peran Satu Abad NU
Kehadiran kepala negara di tengah ribuan peserta Muktamar bukan sekadar gestur seremonial. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa langkah Prabowo merupakan bentuk penghormatan terhadap peran NU yang selama lebih dari satu abad menjadi kekuatan sentral dalam perjalanan bangsa Indonesia. NU, yang didirikan pada 1926 di Surabaya, telah menemani bangsa ini melewati era kolonial, perjuangan kemerdekaan, konsolidasi negara, hingga dinamika politik kontemporer.
“NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat,” kata Teddy.
Teddy menambahkan bahwa Prabowo menaruh penghormatan besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar NU bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi NU yang tidak hanya berperan di ranah keagamaan, tetapi juga di bidang pendidikan formal dan nonformal, sosial-ekonomi, serta diplomasi antarumat beragama.
Retinue Kenegaraan yang Mendampingi
Dalam kunjungan ke Jombang tersebut, Prabowo tidak datang sendirian. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono. Komposisi pendamping ini mencerminkan cakupan isu yang akan dibahas dalam Muktamar, mulai dari kebijakan energi, komunikasi digital, hingga program gizi nasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput.
Agenda dan Signifikansi Muktamar ke-35
Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Sebagai forum tertinggi organisasi, Muktamar menjadi ruang bagi warga NU dari seluruh penjuru Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan. Agenda yang dibahas mencakup isu strategis kebangsaan, tantangan keumatan, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman yang semakin cepat.
Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan salah satu pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur, dengan tradisi keilmuan yang telah berlangsung sejak awal abad ke-20. KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, pengasuh saat ini, mewarisi kepemimpinan dari ayahnya KH. Achmad Wahab Hasbullah dan kakeknya KH. Wahab Hasbullah, menjadikan pesantren ini simbol kesinambungan intelektual NU lintas generasi.
Bagi warga NU, Muktamar bukan sekadar rapat organisasi. Ia merupakan ritual kolektif yang mempertemukan jutaan santri, kiai, dan aktivis NU dalam satu ruang deliberasi. Hasil keputusan Muktamar akan menjadi pedoman kebijakan NU di berbagai bidang—pendidikan, dakwah, sosial, hingga politik—selama periode kepengurusan berikutnya. Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden di forum ini, dengan demikian, menjadi penanda bahwa negara mengakui dan menghargai ruang deliberasi tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan demokrasi Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Prabowo dan Gibran tiba di Ponpes?
Prabowo dan Gibran tiba di Ponpes is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Prabowo dan Gibran tiba di Ponpes matter?
Prabowo dan Gibran tiba di Ponpes matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

