Kaltim raih lima besar MTQ VIII KORPRI 2026

2 hours ago  ·  4 min read
By Thomas Davis - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1788154807-7a303b5bdc

Kaltim Tembus Lima Besar Nasional di MTQ VIII KORPRI 2026, Kumpulkan 14 Medali

Pemandanganindah.com – Kafilah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kalimantan Timur mencatatkan lompatan prestasi yang signifikan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026. Bertanding di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, perwakilan ASN asal Kaltim berhasil mengamankan posisi kelima dalam klasemen juara umum nasional. Capaian ini menandai pergeseran tajam dibanding edisi sebelumnya, MTQ VII KORPRI 2024 di Palangka Raya, ketika Kaltim belum mampu menembus jajaran lima besar.

Sebanyak 14 medali dan penghargaan berhasil diraih oleh kontingen Kaltim sepanjang kompetisi dua tahunan tersebut. Pengumuman resmi dari Dewan Hakim disampaikan pada malam penutupan di Alun-Alun Citra Mas Pangkep, Sabtu (29/8) malam, sekaligus mengunci posisi Kaltim di papan atas nasional.

Detail Perolehan Medali Kaltim

Dari total 38 peserta putra dan putri yang dikirimkan, Kaltim tampil kompetitif di berbagai cabang. Lima gelar Juara I menjadi tulang punggung poin kontingen. Muhammad Abdan meraih predikat tertinggi pada cabang Tartil, sementara pasangan Pajriatinur dan Nur Aisyah Ulfah menguasai cabang Haflah. Yuliansyah tampil unggul di cabang Khutbah Jumat, Syaiful mendominasi cabang Doa, dan Nanang Faisol Hadi mengungguli cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Empat gelar Juara II turut memperkuat posisi Kaltim. Siti Hidayati menempati peringkat kedua pada cabang Tilawah, pasangan M. Miftahul Ihsan dan Ibnu Sina meraih Juara II Haflah, Emy Rachmawati menempati posisi kedua cabang Doa, serta Akhmad Aditya Rahmad unggul di cabang Cipta dan Baca Puisi.

Penambahan poin juga datang dari lima gelar juara harapan. Firdatul Khairiyah meraih Harapan I cabang Tartil, M. Iqbal Wi’an Ekaputra meraih Harapan II cabang Hadis, Firmansyah Asnur meraih Harapan III cabang Dakwah, Hamsinah meraih Harapan III cabang Khat Lukis Kontemporer, dan Nurhalimah meraih Harapan III cabang KTIQ.

Klasemen Juara Umum Nasional

Posisi puncak klasemen direbut oleh Kafilah Sumatera Barat dengan akumulasi 160 poin. Tuan rumah Sulawesi Selatan menempati peringkat kedua dengan 125 poin, diikuti DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 103 poin. Jawa Timur mengamankan peringkat keempat, sementara Kaltim menutup daftar lima besar nasional.

Respons Pengurus KORPRI Kaltim

Arief Murdiyatno, Ketua Bidang Kerohanian dan Seni Budaya Dewan Pengurus KORPRI Kaltim, menyambut hasil tersebut sebagai kebanggaan kolektif bagi seluruh aparatur sipil negara di provinsi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kafilah, pelatih, pendamping, serta pihak-pihak yang memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.

“Ini menjadi momentum membanggakan bagi Kafilah KORPRI Kaltim yang berhasil menorehkan prestasi pada ajang nasional ini. Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, persiapan matang, serta semangat para peserta.”

Arief menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar catatan akhir, melainkan bahan evaluasi untuk memperkuat program pembinaan seni baca, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an secara berkelanjutan di lingkungan birokrasi pemerintahan Kaltim. Ia menyebut prestasi tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan capaian pada penyelenggaraan berikutnya.

Pesan Menteri Agama: Al-Qur’an Harus Membumi dalam Pelayanan Publik

Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar, yang secara langsung menutup kegiatan tersebut, menyampaikan pesan yang melampaui dimensi kompetisi. Ia menegaskan bahwa MTQ KORPRI tidak boleh berhenti sebagai arena perlombaan semata, melainkan harus menjadi wahana menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam praktik birokrasi dan pelayanan publik sehari-hari.

“Musabaqah ini boleh berakhir malam ini, tetapi tugas kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an justru harus semakin kuat.”

Menteri kelahiran Kabupaten Bone itu menambahkan bahwa ukuran keberhasilan sejati dari ajang semacam ini bukan piala, medali, peringkat, atau predikat juara umum. Yang lebih hakiki, ujar Nasaruddin, adalah sejauh mana Al-Qur’an memengaruhi cara ASN berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Di tangan Saudara, ayat-ayat Al-Qur’an bersentuhan langsung dengan urusan masyarakat dan kebijakan publik.”

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para undangan yang antara lain mencakup Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi serta sejumlah Sekretaris Daerah dari berbagai provinsi.

Skala Partisipasi dan Signifikansi Ajang

MTQ VIII KORPRI 2026 yang berlangsung sejak 23 Agustus 2026 mencatatkan rekor partisipasi terbesar dalam sejarah penyelenggaraan KORPRI. Total 1.173 peserta dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga ambil bagian dalam kompetisi dua tahunan ini. Skala tersebut menegaskan bahwa MTQ KORPRI telah berkembang menjadi forum nasional berskala luas yang melibatkan aparatur sipil dari seluruh penjuru Indonesia.

Bagi Kaltim, keberhasilan menembus papan atas nasional pada edisi 2026 ini menjadi modal awal untuk memperkuat infrastruktur pembinaan keagamaan di lingkungan pemerintahan daerah. Program pelatihan tartil, hafalan, khutbah, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an yang selama ini menjadi basis persiapan kafilah dipandang perlu diperluas jangkauannya agar lebih banyak ASN di Kaltim memiliki kompetensi dan motivasi untuk berpartisipasi pada ajang-ajang serupa di masa mendatang.

Frequently Asked Questions

What is Kaltim raih lima besar MTQ VIII?

Kaltim raih lima besar MTQ VIII is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kaltim raih lima besar MTQ VIII matter?

Kaltim raih lima besar MTQ VIII matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category