Solving Problems: Dewa United alihkan fokus ke Final Six usai juara Grup A BCL Asia-East
Dewa United Fokus ke Babak Final Six Usai Menjuarai Grup A BCL Asia-East
Solving Problems – Jakarta – Julbe Bosch, pelatih Dewa United Banten, mengungkapkan bahwa timnya telah memasuki fase baru setelah meraih kemenangan dalam babak Grup A Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026. Hasil ini diraih setelah memenangkan pertandingan melawan Hi-Tech Basketball Club dengan skor 103-97 di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, pada Jumat lalu. Meski sukses meraih posisi teratas di grup, Bosch menyatakan bahwa fokus tim kini bergeser ke babak Final Six yang akan lebih menantang.
“Kami bermain secara kompetitif meski tantangan memenangkan pertandingan sebelumnya cukup berat, terutama mengingat intensitas pertandingan yang padat,” tutur Bosch usai kemenangan atas Hi-Tech. Ia menambahkan bahwa Rio Disi dan rekan-rekannya berhasil menjaga ritme permainan, terutama dalam serangan, meski masih ada ruang untuk meningkatkan aspek pertahanan dan rebound.
Bosch menekankan bahwa status juara grup hanyalah awal dari perjalanan yang masih panjang. Menurutnya, keberhasilan menjuarai Grup A menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga yang lebih kompetitif di babak Final Six. Tim Dewa United, yang bermarkas di Dewa United Arena, Tangerang, datang ke turnamen dengan target tinggi, termasuk menembus babak semifinal dan final untuk meraih tiket ke BCL Asia 2026.
Bosch berharap para pemain tetap fokus dan terus mengasah kualitas permainan di fase berikutnya. “Kemenangan ini bukan akhir, tetapi awal dari perjuangan yang lebih berat,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa kemenangan melawan Hi-Tech menjadi bukti kerja tim yang solid, meski beberapa kelemahan masih perlu diperbaiki, seperti kontrol bola dan penguasaan bola di udara.
Kemenangan Kontra Hi-Tech Sebagai Buah Kerja Kolektif
Rio Disi, salah satu pemain Dewa United, menegaskan bahwa kemenangan atas Hi-Tech merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim. Ia menyebutkan bahwa kemampuan mengurangi kesalahan sendiri, atau turnover, menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan mengamankan posisi puncak klasemen grup A.
“Ini semua berkat kerja sama dari setiap pemain,” kata Rio, yang berada di posisi guard dengan nomor punggung sembilan. Ia menambahkan bahwa konsistensi tim dalam menyerang dan mengelola bola selama pertandingan membantu menjaga dominasi di lapangan sepanjang laga.
Selama fase grup, Dewa United berlaga di tiga lokasi berbeda: Dewa United Arena di Tangerang (Indonesia), Arena Lankin Indoor Stadium (Malaysia), dan Nimibutr Stadium di Bangkok (Thailand). Dalam total 10 pertandingan, tim berjuluk Anak Dewa berhasil mengemas 10 poin, dengan rekor 4-2 dalam laga melawan tim dari Malaysia, Johor Southern Tigers (JST), dan Hi-Tech Basketball Club (HIT) dari Thailand.
Tim Indonesia sempat mengalami dua kekalahan saat berhadapan dengan JST di Malaysia dan HIT di Thailand, masing-masing dengan skor 87-90 serta 70-83. Namun, keberhasilan mengatasi tantangan tersebut menunjukkan perkembangan signifikan di sepanjang perjalanan fase grup. Bosch mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadikan mereka siap menghadapi babak Final Six dengan mental yang lebih matang.
Struktur Babak Final Six BCL Asia-East 2026
Setelah babak grup, tiga tim teratas dari masing-masing grup A dan B akan melaju ke babak Final Six. Dalam fase ini, enam tim akan dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing terdiri dari tiga kontestan. Dua tim terbaik dari tiap grup akan melangkah ke babak semifinal silang, dengan pemenangnya menjadi finalis BCL Asia-East 2026.
Dua tim finalis tersebut akan mendapatkan kesempatan lolos ke BCL Asia 2026, dengan syarat hanya satu wakil per federasi nasional. Bosch berharap Dewa United mampu mempertahankan konsistensi dan kekuatan di fase berikutnya, mengingat persaingan akan lebih ketat. “Final Six adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kami layak berada di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kemenangan di babak grup juga menjadi bukti bahwa Dewa United mampu memperbaiki performa mereka. Dengan menjuarai Grup A, tim tersebut telah membuktikan bahwa mereka bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan dan lawan yang berbeda. Bosch menilai pengalaman ini sangat berharga untuk membangun mental dan strategi yang lebih matang di babak final.
Pada fase grup, Dewa United menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Meski sempat mengalami kekalahan, mereka mampu bangkit dan memperlihatkan kualitas permainan yang stabil. Bosch mengakui bahwa kekuatan tim masih bisa ditingkatkan, terutama dalam mengontrol ritme pertandingan dan mengurangi kesalahan yang tidak perlu. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama kini adalah mempersiapkan diri untuk Final Six.
Dewa United berharap bisa memperkuat koordinasi tim di fase berikutnya. Rio Disi menambahkan bahwa persiapan untuk Final Six sudah dimulai, termasuk latihan intensif dan evaluasi terhadap kelemahan-kelemahan yang teridentifikasi. “Kami yakin bisa memperbaiki segala hal dan memperkuat performa untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Kehadiran di babak Final Six akan menjadi ujian besar bagi Dewa United. Dalam pertandingan yang lebih berat, mereka harus mampu menunjukkan dominasi yang konsisten di setiap laga. Bosch menyatakan bahwa keberhasilan di grup telah memberikan kepercayaan diri besar, tetapi tetap saja ada tantangan besar yang menunggu di depan. “Kami ingin memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” katanya.
Dengan menjuarai Grup A, Dewa United kini memiliki langkah penting menuju BCL Asia 2026. Mereka akan bertanding melawan tim-tim kuat dari berbagai negara, dengan harapan bisa mengamankan tiket ke babak final. Bosch optimistis bahwa pengalaman dan persiapan yang telah dilakukan akan menjadi bekal untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat. “Kami sudah siap, dan ini adalah awal dari perjuangan yang lebih besar,” tuturnya.
Selama pertandingan di fase grup, tim Indonesia juga menunjukkan kompetensi di level internasional. Meski tidak semua laga berjalan mulus, keberhasilan menjuarai grup menjadi bukti bahwa Dewa United mampu menunjukkan kualitas. Kini, mereka berharap bisa mengulangi prestasi tersebut di babak Final Six, yang