Pelita Jaya lumat Satya Wacana dengan kemenangan berjarak 22 poin

Pelita Jaya Lumat Satya Wacana dengan Kemenangan Berjarak 22 Poin

Pelita Jaya lumat Satya Wacana – Jakarta – Dalam laga pekan ke-13 IBL GoPay 2026 di GOR Basket Prof Susilo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Pelita Jaya Jakarta menundukkan Satya Wacana Salatiga dengan skor telak 68-46, atau selisih 22 poin. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat ini menunjukkan dominasi kuat tim tamu yang kembali mengukir rekor positif di klasemen sementara. Sementara itu, Satya Wacana tetap berada di posisi terbawah setelah mengalami kekalahan keempat dalam delapan pertandingan terakhir mereka.

Permainan Tuan Rumah Tidak Bisa Dipertahankan

Satya Wacana Salatiga tampil cukup mengecewakan dalam pertandingan ini, dengan permainan yang terlihat kurang stabil sejak menit awal. Kevin Kangu, yang menjadi penulis skor utama untuk tim tuan rumah, mencatatkan 21 poin, namun penampilannya tak cukup mengangkat performa keseluruhan tim. Di sisi lain, Pelita Jaya menunjukkan konsistensi yang memadai, terutama dalam mengelola permainan di kuarter pertama dan berikutnya.

Meski mengawali pertandingan dengan skor imbang minimalis 12-12, Satya Wacana segera memperlihatkan kelemahan dalam pertahanan dan serangan. Dalam kuarter kedua, Pelita Jaya mulai menguasai ritme pertandingan, berkat pergerakan lincah Perrin Levon Buford dan Darious Moten. Keduanya membawa tim tamu ke unggul 27-19 menjelang jeda, memberi tekanan signifikan terhadap tuan rumah. Kevin Kangu mencoba memperkecil ketertinggalan dengan beberapa tembakan tiga angka dan layup indah, tetapi upayanya tidak cukup mengubah momentum.

Pelita Jaya terus memperkuat dominasinya di kuarter ketiga, dengan andalan tiga pemain asing yang terlibat aktif dalam setiap serangan. Perrin Levon Buford, yang mencetak 18 poin, sembilan rebound, dan tujuh assist, menjadi tulang punggung tim tamu. Di sisi lokal, Andakara Prastawa juga tampil apik, dengan sumbangan 15 poin, tiga rebound, dan satu assist. Tidak hanya itu, Prastawa juga memperlihatkan kebolehannya dalam penembakan tiga angka, yang menjadi bukti penting dalam menekan mental Satya Wacana.

“Tim kami menunjukkan dominasi yang sangat kuat dalam laga ini,” kata pelatih Pelita Jaya setelah pertandingan berakhir. “Kombinasi tiga pemain asing dan penampilan stabil pemain lokal memastikan kemenangan yang memuaskan.”

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi Pelita Jaya di puncak klasemen sementara IBL GoPay 2026. Dengan total 33 poin, tim asal Jakarta mengoleksi rekor 16 menang dan 1 kalah, menjaga jarak signifikan dari tim-tim di urutan kedua. Sebaliknya, Satya Wacana Salatiga tetap terpuruk di posisi ke-11, dengan 21 poin dan rekor 2 menang serta 17 kekalahan. Pertandingan ini juga menegaskan bahwa Satya Wacana masih butuh peningkatan dalam konsistensi permainan.

Kontribusi Pemain-Pemain Kunci

Dalam pertandingan ini, Perrin Levon Buford tidak hanya menjadi pencetak poin terbanyak untuk Pelita Jaya, tetapi juga menguasai banyak aspek permainan. Dengan sembilan rebound dan tujuh assist, ia menunjukkan kemampuan bermain mengalir yang sangat baik. Bobot permainan Buford terlihat jelas di kuarter pertama hingga ketiga, dengan beberapa aksi memperlihatkan kemampuan mengontrol bola dan membangun serangan.

Andakara Prastawa, sebagai pemain lokal yang paling menonjol, memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi tekanan dari Satya Wacana. Meski tidak seberhasil Buford dalam mengumpulkan rebound, ia tetap menjadi ancaman terbesar bagi tim tamu, terutama melalui tembakan tiga angka yang terus menghiasi skor akhir. Pemain 23 tahun ini menunjukkan kemampuan strategis dan fisik yang matang, mencatatkan penampilan luar biasa dalam laga ini.

Di sisi lain, Darious Moten dan Jeffree Withey, dua pemain asing lainnya dari Pelita Jaya, juga memberikan support yang cukup baik. Moten mencetak 14 poin, sementara Withey berkontribusi dengan 13 poin. Meski keduanya tidak menyaingi Buford dalam torehan poin, mereka tetap menjadi bagian dari alur permainan yang menguntungkan. Pertandingan ini menegaskan bahwa penggabungan tiga pemain asing memberikan keuntungan strategis bagi Pelita Jaya, terutama dalam menghadapi lawan yang memiliki kekuatan utama di satu pemain.

Putu Pande juga turut menambahkan nilai dalam kemenangan ini, dengan peran yang cukup menentukan. Dalam kuarter keempat, aksinya membantu memperlebar jarak skor, sehingga membuat Satya Wacana kesulitan mengejar. Keberhasilan Pande dalam mengambil rebound dan membuat assist menunjukkan bahwa Pelita Jaya tidak hanya mengandalkan kekuatan dari luar negeri, tetapi juga memiliki pemain lokal yang berperan penting dalam permainan.

Pengaruh Kemenangan terhadap Klasemen

Kemenangan 68-46 ini memastikan Pelita Jaya Jakarta tetap berada di puncak klasemen sementara, sementara Satya Wacana Salatiga harus menerima kenyataan bahwa mereka mengalami penurunan di peringkat. Kebutuhan Satya Wacana untuk meningkatkan performa terlihat jelas, terutama setelah kekalahan melawan tim yang lebih kuat seperti Pelita Jaya.

Pelita Jaya, yang menjadi juara IBL 2024, menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi tim dominan di liga ini. Dominasi mereka dalam pertandingan ini tidak hanya terlihat dari skor akhir, tetapi juga dari cara mereka mengendalikan tempo dan mengurangi kesempatan lawan mencetak poin. Pemain-pemain yang turun, termasuk Buford, Prastawa, dan Moten, terlihat lebih siap dan fokus dalam menghadapi Satya Wacana.

Di sisi Satya Wacana, kekalahan ini menjadi pembelajaran berharga bagi tim yang masih dalam proses pengembangan. Meski Kevin Kangu berhasil mencatatkan 21 poin, kekurangan di sektor rebound dan assist menjadi penyebab utama kekalahan. Satya Wacana perlu memperbaiki kinerja tim secara kolektif, terutama dalam menghadapi tim-tim kuat di pekan mendatang.

Dengan hasil ini, Pelita Jaya Jakarta semakin mendekati target mereka untuk meraih gelar juara di IBL 2026. Sementara itu, Sat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *