Solving Problems: Pemkab Dharmasraya pastikan material konstruksi Sekolah Rakyat aman
Pemkab Dharmasraya pastikan material konstruksi Sekolah Rakyat aman
Solving Problems – Dalam upaya mendukung pengembangan pendidikan di daerah terpencil, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), terus memastikan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk pengerjaan fisik Sekolah Rakyat (SR). Wakil Bupati setempat, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses konstruksi. “Kita sudah menyiapkan berbagai macam material konstruksi, dan kebutuhan bahan dasar tersebut sudah terpenuhi,” ujarnya saat memberi keterangan di Pulau Punjung, Kamis (12/5).
Pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memasuki tahap intensif. Tujuan utama dari SR adalah menjamin akses pendidikan bagi anak-anak di daerah yang kurang memadai, terutama di wilayah pedesaan. Dengan selesainya pembangunan, diharapkan akan ada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pengurangan kesenjangan antara sekolah umum dan sekolah rakyat.
Persiapan Material Konstruksi
Bupati Annisa menyampaikan bahwa ketersediaan material konstruksi di Kabupaten Dharmasraya telah dipastikan memadai. Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan para pengusaha yang memiliki izin eksploitasi tambang C untuk mengatasi kebutuhan bahan baku. “Kami telah memastikan bahwa para pengusaha bisa memberikan bantuan dalam bentuk bahan baku, dan hal ini sudah kita fasilitasi,” katanya.
“Tidak hanya kita pemkab, dari provinsi juga mendukung dalam menyiapkan bahan baku atau material yang dibutuhkan,” ujar Bupati Annisa.
Menurutnya, keberhasilan pengerjaan fisik SR tidak hanya bergantung pada ketersediaan material, tetapi juga pada sinergi antara berbagai sektor. “Kita perlu memastikan bahwa setiap tahap konstruksi memiliki pasokan bahan yang cukup, agar proyek bisa berjalan lancar,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mengawasi kualitas material yang digunakan, termasuk memastikan keamanan dari bahan-bahan tersebut untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Dukungan untuk Pekerja Konstruksi
Selain memastikan pasokan material, Pemkab Dharmasraya juga memberikan dukungan logistik kepada para pekerja konstruksi SR. Salah satu langkah yang diambil adalah menyediakan tempat tinggal sementara bagi sekitar 2.000 pekerja yang terlibat dalam proyek ini. “Karena banyaknya pekerja yang datang dalam waktu singkat, kita perlu menyediakan tenda-tenda untuk tempat tinggal mereka,” jelas Bupati.
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian juga turut memberikan bantuan dengan meminjamkan tenda tenda untuk menampung para pekerja. “Kerja sama ini sangat berarti karena memungkinkan pekerja memiliki tempat tinggal yang layak selama masa konstruksi,” tambahnya. Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan pangan dan air minum bagi para pekerja, serta mengatur transportasi untuk memudahkan akses ke lokasi pembangunan.
“Mereka dalam waktu singkat itu mendatangkan banyak pekerja, sehingga membutuhkan tenda-tenda untuk pekerja. Jadi tidak saja dari Dinas Sosial Pemkab, tetapi dari kepolisian juga meminjamkan tenda. karena mereka mendatangkan kurang lebih dua ribu pekerja dan itu tentu bagus bagi ekonomi Dharmasraya,” ujar dia.
Koordinasi dengan berbagai pihak ini tidak hanya berdampak pada keberhasilan proyek SR, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Banyak pengusaha setempat terlibat dalam mengirimkan bahan baku, sehingga meningkatkan transaksi dan pendapatan masyarakat sekitar.
Koordinasi dengan Pertamina Sumbar
Untuk menunjang kebutuhan energi selama proses konstruksi, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina Sumbar. “Kita sudah melakukan komunikasi dengan Pertamina agar stok bahan bakar tetap terjaga, sehingga alat konstruksi bisa beroperasi secara optimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas stok bahan bakar di daerah tersebut. “Tidak hanya kita pemkab, dari provinsi juga mendukung dalam menyiapkan bahan baku atau material yang dibutuhkan,” ujarnya. Dengan dukungan ini, pengerjaan SR diharapkan tidak terganggu oleh kekurangan bahan bakar, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Pengawasan dan Progres Pembangunan
Selama ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di Kabupaten Dharmasraya menunjukkan peningkatan signifikan. Menurut data terbaru, hingga Selasa (5/5) kemarin, persentase kerja telah mencapai sekitar 9%. “Saya melihat progresnya cukup baik, satgas bekerja dengan baik, koordinasinya bagus,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo saat melakukan inspeksi di lokasi proyek, Rabu (6/5).
Menurut Menteri Dody, peningkatan progres ini tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah dan masyarakat setempat. “Kemajuan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara pusat dan daerah sangat berdampak positif terhadap pelaksanaan proyek,” katanya. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus terus berupaya meningkatkan kinerja, agar SR dapat rampung sesuai target yang ditentukan, yaitu sebelum Juni 2026.
Pemkab Dharmasraya juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua aspek pengerjaan SR tetap sesuai standar keamanan. “Kita melakukan pemeriksaan berkala terhadap material konstruksi, termasuk memastikan bahwa bahan-bahan tersebut tidak membahayakan kesehatan dan keamanan masyarakat sekitar,” kata Bupati Annisa.
Proyek ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan, yang selama ini masih mengalami tantangan. Dengan adanya Sekolah Rakyat yang lebih baik, diharapkan akan ada peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan, serta menurunkan angka putus sekolah di daerah tersebut.