Main Agenda: Kementerian UMKM usul tambah anggaran Rp1,5 T perkuat program di 2027
Penambahan Anggaran Rp1,5 Triliun untuk Program Kementerian UMKM 2027
Main Agenda – Jakarta, Kamis – Kementerian Kementerian Perusahaan Kecil, Menengah, dan Usaha Mikro (UMKM) mengusulkan peningkatan anggaran sebesar Rp1,5 triliun guna memperkuat strategi penguatan sektor UMKM di tahun 2027. Fokus utama usulan ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program-program prioritas, termasuk bantuan untuk usaha mikro yang terdampak bencana dan penguatan kapasitas pengusaha. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa kebutuhan tambahan dana menjadi lebih mendesak mengingat tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil.
Menurut Maman, kebutuhan penambahan anggaran tersebut muncul karena program pemberdayaan UMKM di tahun 2026 belum memenuhi ekspektasi. “Dalam 2026, kami tidak mengajukan penambahan dana. Namun, di 2027, kami perlu tambahan anggaran untuk membangun ekosistem yang lebih kuat,” terangnya. Ia menjelaskan bahwa alokasi Rp1,5 triliun akan melengkapi pagu anggaran yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebesar Rp459,13 miliar, sehingga total pagu menjadi sekitar Rp1,98 triliun.
Program Rehabilitasi UMKM di Daerah Rentan Bencana
Sebagian besar dana tambahan, yaitu Rp622 miliar, akan digunakan untuk program rehabilitasi ekonomi UMKM yang terdampak bencana di Sumatera. Program ini ditujukan bagi pelaku usaha mikro di tiga provinsi yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Pemerintah menargetkan bantuan sebesar Rp3 juta per usaha untuk stabilisasi operasional dan pemulihan ekonomi. Maman menekankan bahwa Main Agenda ini bertujuan memperkuat ketahanan UMKM di wilayah rentan bencana.
Dalam Main Agenda 2027, dana rehabilitasi juga akan mencakup pengembangan sistem layanan yang lebih efisien. “Program ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk membantu UMKM bangkit setelah bencana,” tambah Maman. Ia menambahkan, bantuan ini akan memberikan kesempatan bagi pengusaha mikro untuk mengembalikan produktivitas bisnis secara lebih cepat.
Penguatan Program Pemberdayaan dan Pembiayaan
Dana tambahan sebesar Rp1,5 triliun juga akan didistribusikan ke program pemberdayaan usaha mikro, peningkatan kualitas produk, serta dukungan pembiayaan. Maman menjelaskan bahwa usulan ini mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang lebih mudah, standardisasi produk, dan pelatihan kapasitas usaha. “Melalui Main Agenda 2027, kita bisa memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh,” ujarnya.
Program pembiayaan akan didukung oleh pendampingan kepada 45 ribu usaha mikro. Kementerian UMKM juga berencana memperluas jaringan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk memberikan manfaat kepada 10 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. “Dana ini akan menjadi fondasi dalam mempercepat pengembangan UMKM di berbagai wilayah,” jelas Maman. Ia menekankan bahwa Main Agenda ini mencakup kegiatan peningkatan kualitas produk dan pemberdayaan melalui inkubator usaha.
Distribusi Anggaran untuk Unit Kerja Kementerian UMKM
Tambahan anggaran Rp1,5 triliun akan dialokasikan secara rinci ke berbagai unit kerja di Kementerian UMKM. Deputi Bidang Usaha Mikro mendapat Rp223 miliar, Deputi Bidang Usaha Kecil Rp110 miliar, dan Deputi Bidang Usaha Menengah sekitar Rp92 miliar. Selain itu, Deputi Bidang Kewirausahaan akan menerima Rp136 miliar, Sekretariat Kementerian UMKM diberi Rp185 miliar, serta dana dekonsentrasi Rp151 miliar.
Penyaluran anggaran ini dirancang agar masing-masing unit kerja dapat fokus pada tugas-tugas utamanya. “Distribusi dana dilakukan secara proporsional agar semua aspek penguatan UMKM bisa tercakup,” kata Maman. Ia menambahkan bahwa Main Agenda 2027 akan meningkatkan efektivitas kegiatan pemberdayaan dan pengembangan sektor UMKM nasional.
Target Penguatan Ekonomi UMKM Nasional
Dengan Main Agenda 2027, Kementerian UMKM berharap bisa mendorong 200 ribu usaha mikro di Sumatera kembali beroperasi optimal. Selain itu, program peningkatan kapasitas usaha akan mencakup pelatihan bagi 25 ribu usaha mikro untuk menghadapi dinamika pasar. “Kita juga ingin memperkuat jaringan inkubator agar lebih efektif menjangkau usaha kecil,” ujar Maman.
Program penguatan ekosistem usaha mikro ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah. “Dengan anggaran tambahan, kita bisa mempercepat transformasi UMKM menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia,” tutup Maman. Ia menambahkan bahwa Main Agenda Kementerian UMKM 2027 akan menjadi pedoman utama dalam meningkatkan daya tahan sektor usaha mikro di masa depan.