Latest Program: Pertamina Patra Niaga buka peluang kaum difabelberkarya dan mandiri
Pertamina Patra Niaga Kembangkan Kemandirian Kaum Difabel Melalui Program CID
Latest Program – Dalam upaya mendorong kemandirian, Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai inisiatif yang membuka peluang bagi penyandang disabilitas di seluruh wilayah operasionalnya. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, sehingga semua kelompok masyarakat, termasuk difabel, dapat berkontribusi secara aktif. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu, menekankan bahwa keberadaan perusahaan bertujuan untuk mendukung pengembangan diri serta partisipasi aktif para penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Perintis: Simbol Kemandirian dengan Kedai Kopi Teman Istimewa
Satu dari program unggulan Pertamina Patra Niaga adalah Perintis, yang dijalankan oleh Kilang Balongan melalui Kedai Kopi Teman Istimewa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kedai ini khusus dirancang untuk memberdayakan penyandang tuli, sejak didirikan pada 2023, telah memberikan manfaat yang signifikan. Roberth menuturkan, “Kedai ini menjadi simbol kemandirian dan bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya.” Di sini, para pelaku usaha difabel tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga melatih keterampilan serta meningkatkan kapasitas diri.
“Dulu kami sering terkendala karena alat bantu sangat mahal dan sulit didapat. Sekarang, kami bisa membuat sendiri, belajar, bahkan menjual hasil produksi kami. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk pengakuan bahwa kami setara,” ujar Suprayitno, Ketua Kelompok Difabel Indramayu.
Kedai Kopi Teman Istimewa berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp300 juta sepanjang 2025, dengan 155 penyandang tuli yang terlibat dalam pengelolaannya. Program ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan ruang yang memberdayakan, menunjukkan bahwa usaha kecil yang dijalankan oleh difabel dapat menjadi solusi bagi tantangan sehari-hari. Roberth menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga terus berupaya untuk memperluas akses ke peluang kerja, sehingga masyarakat difabel dapat mengembangkan potensi diri tanpa terbatas oleh keterbatasan fisik.
Program Setara: Inovasi Kaki Palsu dari Limbah Polipropilena
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan PT Polytama Propindo meluncurkan Program Setara, yang berfokus pada pengembangan alat bantu berbasis inovasi. Salah satu pencapaian utamanya adalah pemanfaatan limbah polipropilena daur ulang untuk menciptakan kaki palsu polystep. Inovasi ini tidak hanya memperkecil biaya produksi, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular melalui penggunaan bahan daur ulang.
Sejak 2023, program Setara telah memberikan manfaat kepada 114 penerima manfaat di Indramayu. Pendapatan yang dihasilkan mencapai Rp190 juta hingga akhir 2025, dengan hasil produksi kaki palsu yang lebih terjangkau. Suprayitno menegaskan bahwa program ini memiliki dampak ganda: selain menyediakan alat bantu, ia juga menjadi media untuk memperkenalkan keahlian para penyandang disabilitas ke pasar kerja. “Kami bisa membuat sendiri, belajar, bahkan menjual hasil produksi kami,” tuturnya.
Dengan menggunakan bahan dari limbah industri, inovasi kaki palsu polystep menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga terhadap keberlanjutan lingkungan. Program ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya praktis, tetapi juga ramah lingkungan. Selain itu, hasil dari pengolahan limbah seperti jelantah minyak dan botol plastik digunakan untuk mendanai pendidikan peserta PKBM Inklusi, yang menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat difabel.
Difabelpreneur Kresna Patra: Ekosistem Pemberdayaan Berkelanjutan
Dalam wilayah Boyolali, Jawa Tengah, Fuel Terminal Boyolali menggagas program Difabelpreneur Kresna Patra, yang bertujuan meningkatkan akses kerja dan kapasitas penyandang disabilitas. Program ini memadukan pelatihan menjahit, pendirian lembaga penyalur kerja inklusif, serta pembukaan Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Inklusi Dwija Praja Amarta. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang dapat bertahan lama.
Satu inovasi penting dalam program ini adalah mesin jahit ramah disabilitas Jr-Difa, yang menggabungkan teknologi dan skrap besi dari perusahaan. Mesin ini telah memperoleh hak paten dan membantu meningkatkan efisiensi dalam proses produksi. Roberth menyatakan bahwa perusahaan percaya bahwa keberhasilan bisnis harus selaras dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Program Difabelpreneur Kresna Patra telah menyalurkan 170 penyandang disabilitas ke industri garmen lokal di Boyolali. Dengan adanya pelatihan dan akses kerja, para peserta tidak hanya memperoleh penghasilan tetapi juga meningkatkan keterampilan profesional. “Ini bukan hanya tentang membantu, tetapi juga tentang menumbuhkan kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa mereka mampu berkontribusi secara ekonomi,” jelas Roberth.
Dengan berbagai inisiatif ini, Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen untuk membangun masyarakat yang inklusif. Setiap program diatur agar tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga menciptakan peluang yang berkelanjutan. Kedai Kopi Teman Istimewa, kaki palsu polystep, serta mesin jahit Jr-Difa adalah contoh nyata dari upaya ini. Para penyandang disabilitas tidak hanya diberi alat bantu, tetapi juga diberi ruang untuk berkarya, berinovasi, dan menjadi bagian dari sistem ekonomi yang lebih inklusif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pertamina Patra Niaga terus mengembangkan program-program yang mengutamakan keberdayaan penyandang disabilitas. Program CID menjadi wadah untuk mengintegrasikan masyarakat difabel ke dalam berbagai aspek operasional perusahaan. Selain itu, inisiatif seperti PKBM Inklusi Dwija Praja Amarta juga memastikan bahwa para penyandang disabilitas memiliki akses pendidikan yang layak, yang menjadi fondasi utama untuk kesuksesan jangka panjang.
Menurut Roberth, keberhasilan program-program ini tidak hanya menguntungkan para penyandang disabilitas, tetapi juga memperkaya ekosistem lokal melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, Pertamina Patra Niaga mampu menciptakan solusi yang berkelanjutan dan memberdayakan. “Kami percaya bahwa keberdayaan masyarakat harus diiringi dengan peningkatan kualitas hidup mereka,” tambah Roberth.
Program-program ini menjadi bukti bahwa pertamina tidak hanya berperan dalam sector energi, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif. Melalui berbagai inovasi, perusahaan berhasil menciptakan ruang yang menawarkan peluang berkarya bagi penyandang disabilitas. Dengan dukungan dari program CID, masyarakat difabel dapat mengembangkan diri tanpa mengalami diskriminasi.
Program-program yang dijalankan Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa keberdayaan difabel adalah salah satu prioritas utama. Dengan keberlanjutan program dan kolaborasi yang baik, perusahaan terus berupaya menawarkan solusi yang relevan, memberdayakan, serta meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas. Dukungan ini tidak hanya membantu individu, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih luas di masyarakat.