Historic Moment: KAI Tanjungkarang: 20.800 tiket habis terjual pada libur panjang
KAI Tanjungkarang: 20.800 Tiket Terjual Selama Libur Panjang
Historic Moment – Sejumlah 20.800 tiket kereta api berhasil ludes terjual dalam periode libur panjang 26 hingga 1 Mei 2026, menurut data yang diungkapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang. Angka tersebut menjadi bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel kereta api, khususnya untuk perjalanan jarak jauh selama masa liburan. Manajer Humas Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa kehabisan tiket dalam rentang tersebut menunjukkan keyakinan publik yang tinggi terhadap kualitas dan keandalan sistem angkutan KAI.
“Habisnya tiket pada periode libur panjang ini menggambarkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Azhar Zaki Assjari, Rabu, di Bandarlampung. Ia menekankan bahwa keberhasilan menjual sebanyak itu tidak terlepas dari kebijakan yang digariskan KAI untuk meningkatkan aksesibilitas dan kepuasan pengguna layanan transportasi.
Menurut Assjari, meningkatnya penumpang selama libur panjang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain libur akhir pekan yang berbarengan dengan cuti bersama, perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H, serta Hari Lahir Pancasila. Keempat acara tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan baik untuk keperluan silaturahmi, rekreasi, maupun kegiatan formal. “Libur nasional dan hari raya agama menciptakan momentum peningkatan mobilitas masyarakat,” tambahnya.
Mobilisasi Masyarakat Meningkat
Libur panjang tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi penentu dalam mengatur rencana perjalanan keluarga atau komunitas. Dengan durasi sembilan hari, masyarakat memiliki cukup waktu untuk merencanakan perjalanan ke destinasi yang jauh, terutama di daerah wisata atau kota besar. Assjari menjelaskan bahwa KA Rajabasa dan KA Kuala Stabas menjadi pilihan utama penumpang, karena rute yang ditawarkan mencakup jalur utama dari Bandarlampung ke Palembang dan Sumatera Selatan.
“Tiket KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati PP serta KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja PP menjadi yang paling diminati selama masa libur ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa dua rute tersebut sangat strategis karena menghubungkan kota-kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Di sisi lain, kenaikan penumpang juga berdampak pada peningkatan frekuensi perjalanan dan kapasitas angkutan. KAI Tanjungkarang, sebagai operator perkeretaapian di wilayah Lampung, harus menyesuaikan jadwal kereta serta meningkatkan layanan di stasiun dan kereta. “Peningkatan volume penumpang memaksa kami untuk memperkuat operasional dan siapkan sumber daya tambahan,” ujar Assjari.
Pengelolaan Operasional dan Keselamatan Perjalanan
Untuk memastikan perjalanan tetap lancar, KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan beberapa langkah strategis. Selain menyiapkan kapasitas angkutan yang lebih besar, pihaknya juga intensif melakukan inspeksi berkala terhadap sarana dan prasarana kereta api. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama masa libur, termasuk kepadatan penumpang dan potensi hambatan teknis.
“Kami melakukan pemeriksaan rutin terhadap rel kereta, gerbong, dan fasilitas di stasiun untuk memastikan operasional tetap optimal,” kata Assjari. Pemeriksaan tersebut mencakup perawatan mesin, pengecekan ketersediaan kursi, serta penggunaan peralatan keselamatan yang terstandar.
Di samping itu, KAI juga memperketat pengawasan terhadap perjalanan kereta api. Tim operasional dan petugas di setiap stasiun ditempatkan dalam jumlah yang lebih besar untuk menghadapi volume penumpang yang tinggi. “Kami memastikan pengawasan terhadap keberangkatan dan kedatangan penumpang terjaga konsisten,” ujarnya. Selain itu, petugas kesehatan dan keamanan juga diterjunkan untuk mengatasi berbagai situasi yang mungkin terjadi selama libur panjang.
Komitmen KAI pada Keamanan dan Kepuasan Pengguna
KAI tetap fokus pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna selama masa libur panjang. Dengan mengoptimalkan koordinasi antarpetugas, perusahaan berusaha memastikan bahwa setiap perjalanan berjalan aman, lancar, dan terkendali. “Kami terus berkomitmen menyajikan perjalanan yang nyaman, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi utama,” kata Assjari.
“Kesiapan petugas dan pengaturan jadwal yang tepat menjadi prioritas agar pelayanan tidak terganggu meski ada peningkatan volume penumpang,” ujarnya. Pihaknya juga menambahkan bahwa semua layanan, mulai dari konter tiket hingga informasi di atas kereta, diupayakan berjalan maksimal.
Menurut data KAI, tingkat kepuasan pengguna selama libur panjang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Hal ini terbukti dari respons positif yang diterima melalui survei pelanggan serta jumlah pembelian tiket yang lebih tinggi. “Kereta api tetap menjadi pilihan utama karena menawarkan kemudahan, kenyamanan, dan tarif yang kompetitif,” jelas Assjari.
Di samping itu, KAI juga berupaya memperluas jangkauan layanan dengan menambahkan jalur alternatif dan menggandeng pihak pihak terkait untuk memastikan ketersediaan kebut