KAI tata sarana 20 perlintasan sebidang di Malang cegah kecelakaan

KAI tata sarana 20 perlintasan sebidang di Malang cegah kecelakaan

Upaya KAI Tingkatkan Keselamatan Transportasi di Wilayah Malang

KAI tata sarana 20 perlintasan sebidang – Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi fokus perhatian PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya dalam rencana percepatan penataan infrastruktur. Proyek ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan umum maupun pribadi. Jumlah perlintasan sebidang yang ditargetkan dalam upaya ini mencapai 20 titik, yang akan ditangani secara terpadu sebelum akhir 2026.

Menurut Mahendro Trang Bawono, Manajer Humas KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, penataan tidak hanya berfokus pada penguatan fasilitas teknis tetapi juga menyentuh aspek non-teknis seperti kinerja staf, pengawasan di lapangan, serta sosialisasi ke masyarakat. “Kami merancang langkah-langkah yang selaras dengan kebutuhan pengguna jalan raya dan penumpang kereta api, sehingga keselamatan bisa terjamin secara komprehensif,” jelasnya.

Strategi Terukur untuk Mengatasi Titik Rawan

Perlintasan sebidang dikenal sebagai area kritis yang sering menjadi penyebab insiden kecelakaan. Mahendro menyatakan, KAI melakukan penanganan secara terukur dengan memprioritaskan peningkatan kualitas pengawasan, pemasangan perangkat pengaman, serta pengoptimalan jalur. “Kerja sama antar instansi dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam menyelaraskan kebutuhan transportasi,” ucapnya.

Dari data yang dihimpun KAI Surabaya, 20 perlintasan sebidang yang ditata mencakup 13 titik di Kabupaten Malang dan tujuh titik di Kota Malang. Upaya ini tidak hanya menyentuh pengaturan fisik, tetapi juga melibatkan peran pemangku kepentingan dari berbagai sektor. “Koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta masyarakat akan mempercepat proses revitalisasi,” tambah Mahendro.

Kinerja Penjagaan Perlintasan Sebidang di Wilayah Malang Raya

Hingga Mei 2026, total perlintasan sebidang di Malang Raya mencapai 62 titik. Dari jumlah tersebut, 59 perlintasan sudah dilengkapi penjagaan, sedangkan tiga perlintasan lainnya masih dalam proses persiapan. Mahendro menjelaskan, dari 59 titik yang terawasi, KAI Surabaya menangani penjagaan di 34 titik atau sekitar 58 persen. Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah setempat mengelola dua titik, atau 3 persen dari total. Dua puluh tiga perlintasan sisanya dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

Menurut Mahendro, penjagaan oleh masyarakat sangat penting karena mereka menjadi pengguna langsung jalan raya. “Kami yakin, partisipasi warga akan memperkuat efektivitas upaya keselamatan,” katanya. Namun, ia mengakui bahwa keberhasilan proyek ini masih bergantung pada kesadaran masyarakat untuk mengikuti aturan. “Tidak hanya fasilitas yang perlu diperbaiki, tapi juga perilaku pengguna jalan,” tambahnya.

Kemajuan Infrastruktur Transportasi dan Tantangan yang Tersisa

KAI Daerah Operasi 8 Surabaya menggarisbawahi bahwa penataan perlintasan sebidang bukan hanya tentang membangun lebih banyak pengaman, tetapi juga mengintegrasikan keberlanjutan penggunaan. “Kami menggunakan data real-time untuk mengevaluasi kebutuhan setiap perlintasan, sehingga tidak ada titik yang terlewat dalam peningkatan,” ujarnya.

Dalam menjalankan proyek ini, KAI berupaya memadukan teknologi modern dengan pendekatan tradisional. Contohnya, di beberapa titik, perlintasan disertai lampu lalu lintas otomatis yang mengaktifkan peringatan suara. “Lampu lalu lintas ini membantu meminimalkan kejadian menerobos palang pintu, terutama saat jam sibuk,” kata Mahendro. Selain itu, peningkatan sinyal peringatan diterapkan untuk memastikan ketersediaan informasi secara akurat.

Menurut laporan internal KAI, keberhasilan penjagaan perlintasan sebidang juga memerlukan keikutsertaan warga setempat. Mahendro mengungkapkan, masyarakat dihimbau untuk melibatkan diri dalam pemeriksaan rutin atau memberi laporan jika menemukan potensi risiko. “Masyarakat menjadi mitra utama dalam menjaga keamanan bersama,” ujarnya.

Peringatan dan Kiat Mencegah Kecelakaan

Walaupun fasilitas telah diperbaiki, Mahendro mengingatkan bahwa kedisiplinan masyarakat tetap menjadi faktor kritis. “Kami mengimbau selalu disiplin saat melewati perlintasan sebidang, seperti berhenti sejenak, menengok ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi jalur aman sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Mahendro dalam wawancara terpisah.

Menurutnya, kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang sering disebabkan oleh kecerobohan pengguna jalan yang kurang memperhatikan keberadaan kereta api. “Menerobos palang pintu bisa membahayakan nyawa, terutama saat kereta melintas dengan kecepatan tinggi,” tambahnya. Untuk itu, KAI Daerah Operasi 8 Surabaya merencanakan pelatihan khusus kepada warga sekitar perlintasan.

Salah satu langkah KAI adalah menambahkan sign penjagaan yang lebih terjangkau, seperti penggunaan tenaga relawan atau pola shift yang fleksibel. “Ini memastikan pengawasan tetap terjaga meskipun terdapat anggaran terbatas,” jelas Mahendro. Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana nasional KAI untuk menekan kecelakaan di sepanjang jalur operasional.

Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Membangun Keselamatan

Program

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *