Latest Program: Pemprov Kepri dan TVRI padukan agenda wisata dengan nobar Piala Dunia

Pemprov Kepri dan TVRI Kembangkan Wisata dengan Nobar Piala Dunia 2026

Latest Program – Kota Tanjungpinang menjadi pusat perhatian dalam upaya pengembangan industri pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri (Pemprov Kepri) dan TVRI. Kemitraan ini bertujuan menggabungkan acara wisata dengan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026, sehingga menciptakan daya tarik baru bagi pengunjung lokal, nasional, maupun internasional. Acara yang diselenggarakan dalam rangkaian “Kemilau Nusantara Kepri” akan berlangsung pada 13–15 Juni 2026, dengan fokus pada pameran budaya dan kesenian tradisional. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjadi ruang pertemuan antara kekayaan budaya Nusantara dan ciri khas seni Melayu.

Strategi Pariwisata dan Hiburan

Hasan menjelaskan bahwa nobar Piala Dunia akan menjadi elemen utama yang menarik perhatian pengunjung. Dua sesi nonton bersama akan digelar pada 14 dan 15 Juni, dengan waktu yang diatur secara strategis. “Pertandingan Piala Dunia pada 14 Juni akan dimulai pukul 02.00 WIB, sementara sesi kedua pada 15 Juni berlangsung pukul 00.00 dini hari,” katanya dalam wawancara di Tanjungpinang, Sabtu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bentuk promosi pariwisata yang memperkuat citra Kepri sebagai destinasi budaya dan olahraga.

“Kami mengharapkan nobar Piala Dunia menjadi pendorong ekonomi bagi Tanjungpinang, terutama bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM),” tutur Hasan.

Pertunjukan Budaya dan Kesenian Tradisional

Pelaksanaan “Kemilau Nusantara Kepri” akan menyajikan beragam kegiatan budaya, termasuk parade wisata tradisional, pertunjukan tari kreasi, serta seni pertunjukan yang menggambarkan keunikan budaya daerah. Musik tradisional Melayu, penampilan grup musik lokal, dan bazaar UMKM akan menjadi bagian dari atraksi utama. Hasan menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menampilkan keragaman budaya Nusantara yang berpadu dengan ciri khas Melayu, sehingga menghadirkan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.

Dalam tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi acara khas seperti tari kreasi yang menggabungkan elemen tradisional dengan inovasi modern. Selain itu, ada juga pertunjukan budaya yang menampilkan alat musik tradisional, serta kegiatan seperti penanaman mangrove dan Gerakan Indonesia Asri Kepri. Hasan menambahkan bahwa acara ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat dengan menghadirkan berbagai kesenian yang bisa dinikmati bersama.

Partisipasi Internasional dan Lokal

Kemilau Nusantara Kepri 2026 menargetkan minimal 2.900 pengunjung, yang terdiri dari wisatawan lokal, nasional, dan mancanegara. Hasan berharap kehadiran peserta lomba Jong dari Malaysia, Singapura, dan Provinsi Riau dapat menambah daya tarik acara. Selain itu, partisipasi tim gasing dari Malaka dan Singapura juga diharapkan mendorong interaksi budaya yang lebih luas.

Pemprov Kepri dan TVRI Kepri menggandeng berbagai pihak untuk menyajikan pengalaman wisata yang menarik. Hasil kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi magnet kunjungan bagi penggemar sepak bola dan pecinta budaya. “Ajang ini tidak hanya memperkenalkan keindahan alam Kepri, tetapi juga memperkuat pengaruh budaya lokal melalui festival yang diadakan secara bersamaan,” kata Hasan.

Jaringan Nobar Piala Dunia di Berbagai Wilayah Kepri

TVRI Stasiun Kepri telah merilis daftar tempat nonton bareng Piala Dunia 2026 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut. Kota Batam menjadi salah satu lokasi utama, dengan tempat penayangan di The Lounge Batam Marriott Harbour Bay, Hotel Wyndhan Panbil Batam Artotel Batam, Bajawa Batam, Nagoya Foodcourt, War Aceh 99, Tim Kopi, Bandrek Mie Aceh Angkasa, dan Angkringan Tikungan Rasa. Di Kabupaten Bintan, nobar akan digelar di Hotel Indigo + Holiday Inn Resort serta STAIN Sultan Abdurrahman Bintan, Kebun Rekoh, Kampung Sidomulyo, dan The Bar.

Sementara itu, Kota Tanjungpinang menyediakan beberapa lokasi, antara lain Tuah Kopi, Polresta Tanjungpinang, Lanudal Tanjungpinang, Balai Adat Pulau Penyengat, Kawasan Gurindam 12, Toko Evi, dan TVRI Stasiun Kepri. Di Kabupaten Karimun, tempat nobar akan berada di Kantor Lurah Harjosari, sedangkan di Kabupaten Lingga di Lapangan Hang Tuah Daik dan Minctory. Untuk Kabupaten Natuna, acara akan digelar di Polres Natuna. Hasan menambahkan bahwa masyarakat atau pelaku usaha yang ingin mengadakan nobar Piala Dunia 2026 dapat mendaftar tayangan resmi melalui QR code atau menghubungi TVRI Kepri di nomor 082391473116.

Motivasi dan Harapan dari Pemprov Kepri

Hasan menekankan bahwa perpaduan antara pariwisata dan nobar Piala Dunia adalah bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap TVRI, yang memiliki hak siar tayangan sepak bola internasional. “Kami berharap program ini bisa menjadi penggerak ekonomi langsung bagi Kepri, terutama melalui peningkatan pengunjungan ke destinasi wisata lokal,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa hotel-hotel yang belum mendaftarkan tayangan resmi Piala Dunia bisa ikut bergabung dengan nobar yang disiapkan di Tanjungpinang.

TVRI Kepri tidak hanya menyiarkan pertandingan, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara budaya dan olahraga. Dengan menempatkan nobar di berbagai lokasi strategis, TVRI diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas. “Penayangan Piala Dunia 2026 di berbagai titik ini juga memperkuat hubungan antara komunitas lokal dengan media nasional,” jelas Hasan. Ia optimis bahwa kombinasi antara hiburan dan kegiatan budaya bisa mengundang lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kepri.

Peran UMKM dan Masyarakat Lokal

Hasan menyoroti peran UMKM dalam kegiatan ini, terutama melalui bazaar yang disediakan. Ia menjelaskan bahwa pengunjung tidak hanya bisa menikmati hiburan, tetapi juga mendukung usaha kecil di sekitar. “UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata Kepri, sehingga kehadiran bazaar ini bisa meningkatkan penjualan dan kesadaran masyarakat terhadap usaha lokal,” tambahnya. Selain itu, kegiatan seperti Penyengat Indra Sakti Jong Festival dan Penyengat Internasional Gasing Festival diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang memperkaya pengalaman wisata.

TVRI Kepri juga berupaya memperkaya kesenian tradisional dengan menghadirkan Kampoeng Permainan Tradisional Melayu. Acara ini akan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung keunikan permainan tradisional, seperti permainan teman-teman dan permainan khas Melayu. Hasan menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah awal dalam mengembangkan pariwisata Kepri melalui perayaan olahraga dan budaya. “Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas Kepri sebagai daerah yang kaya akan kebud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *