Latest Program: US-ASEAN Business Council soroti inovasi mendukung ekonomi Bali
US-ASEAN Business Council soroti inovasi mendukung ekonomi Bali
Latest Program – Kuta, Bali (ANTARA) – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, US-ASEAN Business Council (US-ABC) mengapresiasi beragam kegiatan inovatif dan inisiatif yang dijalankan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Acara Executive Briefing bertajuk “Impact of Innovation on Bali’s Economic Development: A Showcase of U.S. Companies’ Initiatives” menjadi bagian dari rangkaian Program BISA (Business Initiative Supporting ASEAN) 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada hari Kamis. Usai mengikuti program BISA 2025, perusahaan AS tersebut menunjukkan peran pentingnya dalam memperkuat sektor-sektor strategis Bali.
Penguatan Sumber Daya Manusia dan Inisiatif Perusahaan AS
Chief Country Representative US-ABC Indonesia, Nugraheni Utami, menyampaikan bahwa inisiatif-inisiatif yang berkembang di Bali diharapkan bisa menjadi referensi bagi wilayah lain di Indonesia dalam mengembangkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menegaskan, organisasinya akan terus memfasilitasi kolaborasi antara sektor publik dan swasta guna mendukung pembangunan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, Bali dipandang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen pada periode 2025-2027.
Kemitraan Marriott International dan Dukungan Ekonomi Lokal
Salah satu contoh nyata kerja sama perusahaan AS dengan Bali adalah Marriott International melalui program Bali for Bali. Inisiatif ini berfokus pada penguatan sektor pariwisata serta ekonomi lokal dengan menciptakan lebih banyak peluang bagi pengusaha dan produsen setempat. General Manager Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa dan Co-Chair Marriott Business Council Bali, I Wayan Raksa, menjelaskan bahwa sejak 2022, program tersebut telah membantu pengusaha lokal menghasilkan lebih dari Rp14 miliar dalam nilai pengadaan produk dan bahan baku. Angka ini menggambarkan kontribusi Marriott terhadap pengembangan rantai pasok Bali.
Marriott juga berpartisipasi dalam program ekowisata bersama Undisan Tourism Village di Bangli. Di sisi lain, perusahaan ini menyediakan pelatihan bagi masyarakat Bali yang ingin membangun karier di industri perhotelan berstandar internasional. Menurut Saraswati Subadia, perwakilan Marriott International, saat ini perusahaan telah mengoperasikan 27 hotel di Bali. Dengan peningkatan jumlah hotel, kebutuhan terhadap pasokan barang dan jasa lokal diharapkan akan bertambah, sehingga membuka peluang baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lebih lanjut, Marriott bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Mekanisme ini menargetkan peningkatan kualitas layanan serta akses pasar bagi UMKM. Saraswati mengungkapkan bahwa nilai pengadaan produk lokal telah mencapai lebih dari Rp14 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan lebih tinggi seiring ekspansi bisnis yang terus dilakukan.
“Logikanya, dengan bertambahnya hotel baru, kebutuhan pasokan untuk operasional juga akan terus bertambah sehingga peluang bagi pelaku usaha lokal semakin besar,” kata Saraswati.
Kompetensi SDM dan Pengembangan Keterampilan
Di bidang penguatan sumber daya manusia, Diageo Indonesia menunjukkan komitmen melalui program Learning for Life dan Diageo Bar Academy. Kedua inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemampuan profesional di bidang pariwisata, hospitality, kewirausahaan, serta bartending. Sampai saat ini, lebih dari 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia telah mengikuti pelatihan yang disediakan oleh perusahaan tersebut. Program ini tidak hanya menaikkan keterampilan, tetapi juga mempersiapkan calon tenaga kerja untuk bersaing di pasar global.
Inovasi Lingkungan dan Program Keberlanjutan
PepsiCo Indonesia berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui program Greenhouse Accelerator. Dalam program ini, perusahaan memberikan pendanaan dan bimbingan kepada startup lokal pengelolaan sampah, khususnya Bali Waste Cycle. Pendekatan ini diharapkan bisa menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah sekaligus mendukung ekosistem ekonomi hijau di Bali.
Program Kesehatan Anak dan Pertanian
Herbalife melalui Program Casa Herbalife sejak 2019 berupaya meningkatkan kualitas nutrisi anak-anak di Kabupaten Karangasem dan Buleleng. Inisiatif senilai 233.746 dolar AS tersebut telah menyentuh ratusan anak dan bertujuan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. Sementara itu, Corteva Agriscience memperkuat sektor pertanian Bali melalui kemitraan dan pelatihan teknologi beras serta sayuran. Perusahaan ini berfokus pada peningkatan produktivitas petani dengan menyebarkan pengetahuan dan inovasi modern.
Akses Digital dan Transformasi Ekonomi
Dalam bidang ekonomi digital, Visa Indonesia berkolaborasi dengan ekosistem pembayaran domestik, termasuk dompet digital DANA, untuk memperluas akses transaksi berbasis QR code bagi wisatawan internasional. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam sistem perekonomian Bali. Dengan mengizinkan penggunaan kartu Visa sebagai alat pembayaran, Visa berharap meningkatkan partisipasi pelaku usaha dalam ekonomi digital.
Bali, yang menjadi tempat pertemuan para perusahaan AS, menunjukkan peran pentingnya dalam menyerap investasi dan inisiatif internasional. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut bukan hanya memperkuat sektor-sektor utama seperti pariwisata dan pertanian, tetapi juga mendorong transformasi digital yang berdampak luas. Pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal II tahun 2025 mencapai Rp81,39 triliun, naik 6,70 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka ini mencerminkan keberhasilan inisiatif-inisiatif yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
Kelompok perusahaan AS ini menunjukkan bagaimana inovasi dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah. Dari pelatihan hingga pendanaan, hingga dukungan teknologi, berbagai kegiatan yang dipresentasikan dalam Executive Briefing memberikan contoh konkret tentang kolaborasi antara bisnis global dan lokal. Nama-nama seperti Marriott International, Diageo Indonesia, PepsiCo, Herbalife, dan Corteva Agriscience menjadi bagian dari keberhasilan Bali dalam membangun ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Sebagai langkah terakhir, US-ABC menjadikan Bali sebagai pilot project untuk menguji dampak inovasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ini menggambarkan keberhasilan BISA 2025 dalam mengintegrasikan langkah-langkah strategis yang berdampak langsung pada masyarakat. Dengan memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta, Bali bisa menjadi contoh terbaik dalam membangun ekonomi yang inklusif serta berorientasi pada keberlanjutan. Hasil dari program-program ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga bisa menjadi acuan nasional dalam pengembangan wilayah lain.