Main Agenda: Lion Group tegaskan ikuti kebijakan pemerintah soal TBA tiket
Lion Group Pedomani Kebijakan Pemerintah dalam Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Main Agenda – Jakarta, Selasa (17/5) – Lion Group mengungkapkan komitmen untuk mengikuti kebijakan pemerintah terkait tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas industri penerbangan serta memastikan akses layanan transportasi udara bagi masyarakat luas. Perusahaan menekankan pentingnya keterlibatan aktif dengan regulator dan berbagai pihak terkait dalam merumuskan kebijakan yang dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi publik. Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa Lion Group terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang guna memastikan setiap keputusan diambil secara transparan dan berimbang.
“Kami tetap berupaya mengkoordinasikan diri dengan regulator dan berbagai pihak terkait dalam menciptakan kebijakan yang berkelanjutan. Dalam proses ini, Lion Group menekankan pentingnya kebijakan tersebut mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” ujar Danang ditemui di sela-sela Press Conference BookCabin Travel Fair di Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan rencana pembahasan TBA tiket pesawat dilakukan sebagai respons terhadap dampak geopolitik global. Menurutnya, kenaikan harga energi dunia, terutama akibat konflik di Timur Tengah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya operasional sektor penerbangan. AHY mengatakan bahwa koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan adalah langkah penting untuk memastikan kebijakan tersebut bisa mengimbangi kebutuhan industri dan kepentingan masyarakat.
“Memang tidak selalu mudah menghadapi dinamika dunia seperti ini, tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi. Sementara itu, harga tiket pesawat tidak terlalu memberatkan masyarakat,” tutur AHY di Jakarta, Minggu (17/5).
Menurut AHY, pemerintah terus mengevaluasi berbagai opsi kebijakan untuk memastikan penyesuaian harga tiket tetap berada dalam batas wajar dan terukur. Ia menekankan bahwa kebijakan ini harus mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya tekanan dari kenaikan harga avtur yang memengaruhi operasional maskapai. Koordinasi intensif dilakukan dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya guna mencari solusi yang optimal.
Sebelumnya, AHY mengungkapkan bahwa perubahan tarif batas atas tiket pesawat akan diadakan secara bertahap, dengan memperhatikan pengaruh kenaikan biaya energi global terhadap sektor transportasi udara. Ia menjelaskan bahwa TBA menjadi alat untuk menyesuaikan harga tiket sesuai dengan situasi pasar, sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah, melalui Menko IPW, berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri penerbangan dan keadilan bagi konsumen.
“Kami berharap kebijakan ini tidak hanya memperkuat ekosistem penerbangan nasional, tetapi juga menjaga akses layanan transportasi udara bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Danang saat menambahkan pernyataan dalam diskusi.
Menurut Danang, pembahasan TBA tiket pesawat juga melibatkan pertimbangan keterjangkauan biaya. Hal ini penting karena biaya tiket harus tetap sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, Lion Group memandang bahwa dialog konstruktif dengan regulator dan pelaku industri adalah kunci untuk mencapai kebijakan yang berkesinambungan. Perusahaan juga menekankan bahwa keputusan tentang tarif penerbangan perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan bisnis.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menambahkan bahwa pembahasan TBA akan dilakukan secara bersamaan dengan maskapai dan pemangku kepentingan. Ia menjelaskan bahwa perubahan tarif merupakan respons terhadap tekanan dari kenaikan biaya operasional akibat situasi geopolitik. “Selanjutnya kita akan bicara mengenai TBA-nya (tiket pesawat) ya,” kata Menhub seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5).
“Dalam jangka pendek, pemerintah terlebih dahulu memformulasikan penyesuaian biaya tambahan (fuel surcharge) sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur yang berdampak pada operasional maskapai,” ujarnya.
Kenaikan harga avtur memang menjadi isu utama dalam industri penerbangan. Konflik dan ketegangan global, khususnya di Timur Tengah, memicu kenaikan harga energi yang berdampak signifikan pada biaya operasional maskapai. AHY menjelaskan bahwa dengan menyesuaikan TBA, pemerintah berusaha mengurangi beban bagi konsumen sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis. Lion Group, sebagai salah satu pemain utama, mendukung langkah ini karena dianggap mampu menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan keterjangkauan.
Perusahaan juga memandang bahwa TBA tidak hanya terkait dengan harga tiket, tetapi juga komponen biaya lainnya yang memengaruhi keputusan maskapai. Danang menegaskan bahwa komunikasi intensif dengan pemerintah dan stakeholder akan terus dilakukan untuk memastikan kebijakan tersebut bisa diimplementasikan secara efektif. “Kami akan bicara secara intens mengenai hal-hal teknis ini, termasuk koordinasi dengan stakeholder maupun regulator,” tambahnya.
Menurut analisis, kebijakan TBA memerlukan pendekatan yang tepat agar tidak mengganggu aksesibilitas transportasi udara. Masyarakat luas, terutama di daerah-daerah dengan kemampuan ekonomi terbatas, perlu tetap bisa menikmati layanan penerbangan. Dengan menyesuaikan tarif secara terukur, pemerintah diharapkan bisa menciptakan suasana yang lebih sehat untuk industri penerbangan nasional.
Lion Group juga menilai bahwa kebijakan TBA harus didukung oleh data yang akurat dan transparan. Perusahaan menekankan pentingnya memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat sebelum memutuskan penyes