Meeting Results: Bapanas kawal telur peternak di Blitar terserap maksimal di MBG

Hasil Rapat: Bapanas Kawal Pasar Telur Peternak di Blitar Terserap Maksimal di MBG

Meeting Results – Hasil rapat – Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya memastikan telur ayam ras dari peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, bisa terjual optimal melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil rapat tersebut menjadi dasar kerja sama antara Bapanas dan pemerintah daerah untuk menjaga harga telur yang layak bagi produsen, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan yang stabil. Dalam kunjungan ke Blitar, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima arahan dari Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk turun langsung mengobservasi kondisi para peternak. “Hasil rapat ini menjadi acuan kami untuk mendengarkan langsung aspirasi peternak dan bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam mencari solusi,” kata Maino, seperti dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.

Kerja Sama untuk Peningkatan Pasar

Dalam hasil rapat tersebut, telah disepakati beberapa langkah konkret untuk mendukung peternak lokal. Pertama, mitra MBG di daerah itu sepakat memasukkan telur ayam ras ke dalam menu program setidaknya dua kali dalam seminggu. Kedua, asosiasi atau koperasi peternak di Blitar diminta mengirimkan suplai telur ke lokasi dapur mitra MBG sesuai standar kualitas yang disepakati. Ketiga, harga transaksi jual beli ditetapkan sebesar Rp24.000 per kilogram, dengan rencana peningkatan bertahap sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP). “Hasil rapat ini diyakini akan memberikan dampak positif pada harga telur di pasar,” jelas Maino.

“Harga telur saat ini di Blitar adalah Rp21.000 per kg. Dengan hasil rapat ini, kami sepakat untuk sementara membeli dari peternak dengan harga Rp24.000 per kg. Harapannya, ini akan menaikkan harga di tingkat produsen dan menjaga keseimbangan pasokan,” tambah Maino.

Koperasi Sebagai Penyalur Pasar

Hasil rapat menekankan pentingnya koperasi atau asosiasi peternak sebagai penyalur telur. Maino menjelaskan bahwa kelembagaan tersebut memudahkan proses administrasi bagi para peternak. “Melalui koperasi, distribusi telur bisa lebih cepat dan biaya operasional diturunkan. Hasil rapat ini juga menggarisbawahi bahwa keterlibatan koperasi sangat krusial dalam menjaga kualitas kontrol harga,” katanya. Ia menegaskan bahwa peran koperasi dalam hasil rapat ini memberikan jaminan kestabilan harga di tingkat produsen.

“Ibu Kepala Badan Gizi Nasional sudah menyampaikan bahwa SPPG harus menyerap telur langsung dari peternak, melalui koperasi atau asosiasi. Hasil rapat ini menjadi dasar bagi sistem pasokan yang efisien dan saling menguntungkan,” tambah Maino.

Pengaruh Program MBG pada Ekonomi Daerah

Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menyoroti bahwa telur ayam ras menjadi komoditas unggulan daerah. “Setiap butir telur yang diserap oleh SPPG tidak hanya memberikan nutrisi kepada anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Hasil rapat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses pasar yang terjamin,” katanya. Beky menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan program pangan nasional sangat vital untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

“Hasil rapat ini membantu membangun rantai pasok yang kuat, efisien, dan saling menguntungkan. Peternak butuh pasar yang stabil, sedangkan SPPG membutuhkan pasokan yang berkualitas dan kontinu,” tambah Beky.

Dengan hasil rapat ini, peningkatan harga telur melalui kerja sama antara Bapanas dan pemerintah setempat diharapkan memberikan dampak positif pada perekonomian daerah. Pemetaan terhadap 117 SPPG aktif juga menjadi bagian dari upaya memastikan proses distribusi berjalan lancar. Lokasi dan jarak menjadi faktor utama dalam penentuan mitra strategis. “Hasil rapat ini mengarah pada sistem pasokan yang terintegrasi, sehingga peternak tidak hanya mendapat keuntungan ekonomi, tetapi juga bisa merasakan dampak positif dari partisipasi mereka dalam MBG,” ujar Maino.

Rangkaian Langkah untuk Pemulihan Pasar

Bapanas dan pemerintah setempat terus menekankan peran koperasi dalam hasil rapat ini. Tengku Syahdana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), yang hadir secara daring dalam pertemuan, menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk memperkuat keterlibatan pemerintah dalam rantai pasok pangan. “Hasil rapat ini menjadi pedoman bagi peningkatan keterlibatan antara peternak, SPPG, dan pemerintah daerah,” tambah Syahdana. Ia menambahkan bahwa hasil rapat ini diharapkan membantu memulihkan harga telur yang turun dalam beberapa bulan terakhir.

“Hasil rapat ini mencakup kebijakan untuk menyerap telur secara maksimal dan menstabilkan harga. Kami ingin memastikan bahwa program MBG menjadi jembatan yang efektif antara produsen lokal dan konsumen,” kata Syahdana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *