New Policy: Pemkot Ambon siapkan kebijakan berbasis data lewat Sensus ekonomi 2026

Pemkot Ambon Mengembangkan New Policy Berbasis Data Melalui Sensus Ekonomi 2026

New Policy – Sebagai bagian dari upaya membangun Kota Ambon secara lebih terarah, Pemerintah Kota Ambon (Pemkot Ambon) sedang menyusun New Policy yang didasarkan pada data melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menggali gambaran menyeluruh tentang kondisi ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha yang berkembang pesat di bidang digital. Dalam pembukaan Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di sebuah hotel di Ambon, Selasa, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menekankan pentingnya data dalam pengambilan keputusan.

New Policy untuk Pembangunan Lebih Efektif

Ely Toisutta menyampaikan bahwa data menjadi dasar utama bagi setiap New Policy yang dibuat, sehingga pembangunan dapat lebih tepat dan memberikan dampak nyata. “Kita berharap setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah didasarkan pada angka yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, New Policy yang dihasilkan akan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Hal ini berlaku untuk semua sektor, termasuk usaha konvensional dan aktivitas ekonomi digital yang semakin menyebar.

“Kita ingin setiap New Policy yang ditetapkan didasarkan pada data yang valid dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan akan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ely Toisutta.

Dalam wawancara tersebut, Ely menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting dalam merancang New Policy yang lebih tepat sasaran. “Hasil sensus ini akan menjadi fondasi untuk New Policy pembangunan yang adaptif terhadap perubahan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya. New Policy yang disusun berdasarkan data akan memudahkan pemantauan pertumbuhan ekonomi dan menjangkau sektor-sektor yang sebelumnya belum tercatat secara lengkap.

New Policy Fokus pada Ekonomi Digital di Ambon

Perkembangan ekonomi digital kini menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, terutama di era teknologi modern. Ely Toisutta menyatakan bahwa sektor ini perlu dimasukkan dalam data pendataan agar kontribusinya terukur secara akurat. “Ekonomi saat ini tidak hanya bergantung pada usaha tradisional, tetapi juga mencakup profesi baru seperti kreator konten, influencer, atau pelaku bisnis berbasis platform digital,” tambahnya.

“Perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor usaha konvensional. Terdapat banyak profesi baru yang tumbuh di ruang digital dan harus tercatat dengan baik sehingga kontribusinya terhadap perekonomian dapat diketahui secara jelas,” ujarnya.

Dengan menambahkan sektor ekonomi digital, Pemkot Ambon berharap data yang diperoleh bisa mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah. Selain itu, New Policy ini diharapkan mampu memberikan wawasan lebih dalam tentang potensi ekonomi yang sebelumnya belum tergambarkan sepenuhnya dalam data lama. “Pendataan ini akan membantu pemerintah melihat peluang ekonomi secara lebih komprehensif,” jelas Ely.

Penggunaan KBLI Terbaru untuk Pendataan yang Lebih Akurat

Salah satu langkah penting dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) versi terbaru. Ely Toisutta menyoroti bahwa klasifikasi ini membantu menyelaraskan pendataan dengan perkembangan zaman. “KBLI terbaru memudahkan kita untuk mengakui perubahan-perubahan di bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan platform digital,” katanya.

“Melalui klasifikasi yang lebih mutakhir, kita dapat melihat secara lebih rinci potensi ekonomi yang selama ini mungkin belum tergambarkan sepenuhnya dalam data statistik. Hal ini penting untuk mendukung penyusunan New Policy yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” tegasnya.

KBLI yang diperbarui mencakup berbagai usaha seperti pembuatan video daring, jasa digital, dan profesi lain yang berkembang di internet. “Kini, usaha seperti influencer atau kreator konten menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru,” tambah Ely. Dengan demikian, data yang dihasilkan bisa mencerminkan realitas ekonomi yang lebih komprehensif, sebagai dasar New Policy di masa depan.

Persiapan Petugas Pendataan untuk Meningkatkan Kualitas Informasi

Sebagai bagian dari persiapan, Pemkot Ambon memberikan pelatihan kepada calon petugas pendataan. Ely Toisutta menekankan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bergantung pada kemampuan petugas dalam mengumpulkan data secara profesional. “Tugas Bapak dan Ibu bukan sekadar mencatat angka atau mengisi formulir. Data yang dikumpulkan akan menjadi landasan pemerintah dalam mengambil keputusan pembangunan sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara teliti dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik pendataan terkini dan pentingnya akurasi dalam mengisi informasi. “New Policy ini diharapkan mampu memberikan hasil yang bisa diandalkan, sehingga data yang diperoleh dapat menjadi bahan acuan dalam pengambilan keputusan,” imbuh Ely. Dengan persiapan yang matang, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dinamika ekonomi Kota Ambon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *