Wagub: Manufacturing Surabaya perkuat daya saing industri Jatim

Manufacturing Surabaya 2026: Momentum Penguatan Industri Manufaktur Nasional

New Policy – Acara pameran Manufacturing Surabaya 2026 telah resmi dibuka di Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyelenggaraan event bergengsi ini dinilai sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat posisi industri manufaktur Indonesia di kancah global. Melalui adopsi teknologi mutakhir, kolaborasi antar sektor, serta peningkatan efisiensi produksi, pameran ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri nasional. Inisiatif ini sejalan dengan New Policy yang digagas pemerintah daerah untuk mendorong transformasi digital di berbagai lini industri.

Visi dan Misi Pameran Tahun Ini

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya transformasi teknologi dalam sektor manufaktur. Menurutnya, pelaku usaha yang masih terjebak dalam pola produksi konvensional berisiko kehilangan daya saing di pasar internasional. Langkah ini merupakan bagian dari New Policy yang bertujuan untuk memodernisasi infrastruktur industri di Jawa Timur.

“Pameran ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal teknologi manufaktur terbaru karena kalau terus terjebak dalam pola produksi yang lama, maka mereka akan kalah kompetitif,” kata Emil saat membuka pameran secara langsung.

Menurut Emil, perkembangan teknologi manufaktur terkini mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari otomatisasi proses produksi, digitalisasi sistem informasi, hingga penerapan kecerdasan artifisial atau AI. Ketiga elemen tersebut mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat konektivitas antar sistem industri yang ada. Implementasi New Policy ini juga mencakup pelatihan tenaga kerja untuk menguasai teknologi-teknologi baru tersebut.

Emil juga menekankan bahwa Indonesia harus mampu menghindari fenomena deindustrialisasi. Sektor manufaktur memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan perlu dipertahankan. Jawa Timur sendiri menyumbang sekitar dua puluh dua persen dari total industri manufaktur di Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan teknologi dan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut. Melalui New Policy, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan sektor manufaktur.

“Kita ingin terus meningkatkan kualitas SDM, penguasaan teknologi, dan berkolaborasi dalam pengembangan teknologi terapan di Jawa Timur sebagai basis manufaktur Indonesia,” ujarnya.

Skala dan Target Pameran

Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, menjelaskan bahwa Manufacturing Surabaya tahun ini telah memasuki edisi ke-20. Event ini tidak lagi sekadar menjadi ajang pameran teknologi, melainkan telah berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pelaku industri. Kehadiran New Policy dalam konteks ini memberikan kerangka kerja yang jelas bagi para peserta untuk berinovasi.

Tahun ini, lebih dari seratus lima puluh peserta pameran hadir dari tujuh belas negara berbeda. Mereka menempati area seluas tujuh ribu delapan ratus delapan puluh tujuh meter persegi. Meysia menargetkan kehadiran lebih dari sembilan ribu pengunjung, yang berarti meningkat dua puluh lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka-angka ini mencerminkan keberhasilan New Policy dalam menarik minat industri global.

Pameran ini juga dirangkaikan dengan beberapa event pendukung. Diantaranya adalah Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, Industrial Automation & Logistics Surabaya, Growtech Indonesia, dan Indonesia Energy Week Surabaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat keterkaitan antara sektor manufaktur, energi, dan agrikultur. Setiap event pendukung ini mendukung implementasi New Policy secara holistik.

Pihak penyelenggara berharap pameran ini tidak hanya memperkenalkan inovasi terbaru, tetapi juga mempertemukan pelaku industri dengan mitra strategis. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang investasi dan kerja sama yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta daya saing manufaktur Indonesia secara keseluruhan. Dengan dukungan New Policy, masa depan industri manufaktur Indonesia terlihat semakin cerah dan kompetitif di tingkat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *