Special Plan: Bandara Soetta telah layani 20.031 calon haji Indonesia ke Tanah Suci

Bandara Soetta Layani 20.031 Jamaah Haji dalam Special Plan 2026

Special Plan menjadi strategi utama dalam mengelola keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci, Arab Saudi tahun ini. Dari Tangerang, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) telah memproses 20.031 calon haji sejak 21 April hingga 9 Mei 2026. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan Bandara Soetta dalam keberhasilan penyelenggaraan haji 2026, terutama dalam melayani kebutuhan jamaah melalui fasilitas khusus yang dibangun khusus untuk efisiensi operasional.

“Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menjadi pusat utama keberangkatan jamaah dalam Special Plan 2026, dengan jumlah 20.031 orang yang berangkat melalui 47 kloter,” kata Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports, dalam keterangan resmi yang diterima di Tangerang, Senin (25/4).

Sebagai bagian dari Special Plan, Bandara Soetta telah diubah menjadi fasilitas yang didesain secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan jamaah haji. Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F menjadi lokasi utama aktivitas, dilengkapi berbagai layanan modern, seperti masjid berluas 3.136 meter persegi, area tunggu sebesar 4.158 meter persegi, serta lounge yang mampu menampung 2.000 orang. Fasilitas ini diterapkan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar dan nyaman, terutama mengingat jumlah jamaah yang cukup besar.

Dalam perjalanan penyelenggaraan haji, Special Plan diimplementasikan secara sistematis untuk mengoptimalkan kinerja bandara. Pahlevi menyoroti bahwa selama periode tersebut, total penerbangan haji mencapai 322 kali, dengan 310 di antaranya berjalan tanpa hambatan. “Koordinasi antara InJourney Airports, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, maskapai penerbangan, dan pihak terkait adalah kunci keberhasilan Special Plan ini,” jelasnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas pelayanan selama keseluruhan periode keberangkatan haji.

Penerapan Special Plan juga melibatkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan jamaah. Proses pemeriksaan keamanan dimulai sejak di asrama haji, memastikan bahwa tidak ada hambatan sebelum naik ke pesawat. “Semua tahapan, seperti pengumpulan dokumen, pemeriksaan fisik, dan pengaturan jadwal, dijaga agar selaras dengan rencana nasional,” tambah Pahlevi. Penekanan pada koordinasi dan kecepatan menjadi faktor penting dalam menjaga ketepatan waktu keberangkatan jamaah haji.

Strategi Pengoperasian Bandara dalam Special Plan 2026

Strategi pengoperasian Bandara Soetta dalam Special Plan 2026 dirancang untuk menghadapi volume keberangkatan yang signifikan. Pihak terkait memastikan bahwa sistem pengaturan jamaah dirancang secara rapi, termasuk penggunaan teknologi digital untuk memudahkan pendaftaran dan pemeriksaan. “Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F beroperasi selama 24 jam dalam Special Plan ini, dengan fasilitas yang siap mendukung kebutuhan jamaah,” ujarnya. Ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan pengalaman keberangkatan yang lebih baik bagi jamaah haji.

Keberangkatan jamaah haji melalui Bandara Soetta dalam Special Plan 2026 juga didukung oleh peningkatan jumlah tenaga kerja di area pemeriksaan. Seluruh staf diberikan pelatihan khusus agar mampu memberikan layanan maksimal kepada jamaah. “Kami menekankan kecepatan dan ketelitian dalam setiap prosedur, agar jamaah tidak mengalami kelelahan atau kesalahan selama proses keberangkatan,” terang Pahlevi. Hal ini menunjukkan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas layanan manusia.

Perbandingan Kinerja Bandara dalam Special Plan

Dalam konteks Special Plan 2026, Bandara Soetta berada di peringkat kedua dalam volume keberangkatan jamaah haji, setelah Bandara Juanda Surabaya. Dari data yang diberikan, lima bandara terbesar yang melayani keberangkatan haji dalam periode 21 April hingga 9 Mei 2026 adalah:

1. Bandara Juanda Surabaya – Menyediakan 25.794 calon haji dalam 68 kloter. 2. Bandara Soekarno-Hatta Tangerang – Memproses 20.031 calon haji melalui 47 kloter. 3. Bandara Adi Soemarmo Solo – Mengangkut 19.002 calon haji dalam 53 kloter. 4. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar – Berkontribusi sebanyak 15.822 calon haji melalui 42 kloter. 5. Bandara Syamsudin Noor Palembang – Mengirimkan 12.354 calon haji dalam 34 kloter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *