Polda Lampung tangkap dua pelaku begal yang tembak polisi
Polda Lampung berhasil tangkap dua pelaku begal yang menembak polisi
Polda Lampung tangkap dua pelaku begal – Kota Bandarlampung menjadi sorotan setelah petugas kepolisian berhasil menangkap dua tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) yang melakukan serangan terhadap Bripka Arya Supena. Dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (9/5), dua pelaku mengakibatkan kematian anggota polri tersebut di Jalan ZA Pagaralam, Kota Bandarlampung. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan oleh Tim Gabungan Polda Lampung, yang berhasil mengungkap aksi pencurian tersebut.
Kapolda Lampung memberikan keterangan tentang penangkapan
Dalam wawancara di Mapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung, menjelaskan bahwa dua tersangka yang ditangkap adalah HAM dan RON. Menurut dia, HAM ditangkap di Lampung Timur, sementara RON ditangkap di Pesawaran. “Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, yaitu Lampung Timur untuk HAM dan Pesawaran untuk RON,” kata Kapolda. Ia menegaskan bahwa kedua pelaku terlibat dalam aksi kejahatan yang mengakibatkan kematian Bripka Arya Supena.
“Dalam penangkapan, tersangka HAM melakukan perlawanan aktif yang berpotensi membahayakan petugas. Karena itu, anggota polisi memberikan tindakan tegas dan terukur,” tutur Kapolda. Tersangka RON juga menunjukkan sikap penentangan, sehingga menggunakan senjata api rakitan untuk melukai petugas.
Dalam penjelasannya, Kapolda menyebutkan bahwa aksi curat tersebut diawali dengan persiapan yang matang oleh kedua pelaku. Sebelum menyerang, mereka melakukan eksplorasi di Kota Bandarlampung untuk menentukan target kendaraan bermotor yang akan dicuri. “Kedua pelaku mengumpulkan informasi dan memilih lokasi strategis untuk mengambil kesempatan,” ujarnya.
Kronologi kejadian saat aksi pencurian berlangsung
Menurut Kapolda, pada saat kejadian, RON bertindak sebagai eksekutor sementara HAM mempersiapkan kendaraan. “RON turun dari motor dan membobol kunci motor korban, sementara HAM menunggu di belakang untuk mendukung aksi,” jelasnya. Bripka Arya Supena, yang sedang berada di lokasi, menegur pelaku dengan mengacungkan senjata api untuk mengamankan situasi.
“Saat itu, Bripka Arya Supena berusaha menghentikan aksi pelaku, tetapi RON langsung berupaya melepaskan diri. Karena itu terjadi pergulatan, dan pelaku berhasil mengambil senjata api dari tangan anggota polisi tersebut,” kata Kapolda. Tindakan tegas oleh RON mengakibatkan Bripka Arya Supena terkena tembakan di kepala, sehingga meninggal dunia di lokasi.
Kapolda menjelaskan bahwa setelah terjadinya kejadian, keduanya melarikan diri menuju rumah HAM. Di sana, mereka mengubur senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut. “RON terus melarikan diri ke Pesawaran, sedangkan HAM berada di rumah untuk menghindari penangkapan,” tambahnya. Aksi yang terjadi tidak hanya menyebabkan kematian Bripka Arya Supena, tetapi juga menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.
Peran masing-masing pelaku dalam kejahatan
Kapolda menegaskan bahwa kedua pelaku memiliki peran yang berbeda dalam aksi pencurian. “HAM bertugas sebagai pengatur dan pembantu, sementara RON adalah eksekutor yang bertindak langsung,” jelas Kapolda. Dalam proses penangkapan, tim gabungan Polda Lampung berusaha mempercepat operasi untuk mengamankan kedua tersangka.
“Kedua pelaku juga menunjukkan sikap agresif selama penangkapan. RON bahkan memperlihatkan tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan petugas,” kata Kapolda. Ia menambahkan bahwa aksi tersebut terjadi setelah pelaku memilih target yang tepat dan siap mengambil kesempatan.
Dalam persiapan aksinya, RON dan HAM telah melakukan survei di sekitar Kota Bandarlampung. “Mereka mengecek titik-titik yang mudah dijangkau dan memiliki risiko rendah untuk terdeteksi,” kata Kapolda. Menurutnya, pelaku memilih lokasi di Jalan ZA Pagaralam karena dianggap aman untuk mengambil kendaraan tanpa menghadapi hambatan signifikan.
Langkah-langkah Polda Lampung dalam operasi penangkapan
Menurut Kapolda, operasi penangkapan dilakukan secara terencana untuk memastikan keselamatan tim gabungan. “Kita mengatur strategi dengan membagi tugas, sehingga HAM dan RON bisa ditangkap secara terpisah,” jelas Kapolda. Ia menjelaskan bahwa perlawanan aktif oleh kedua tersangka membutuhkan tindakan cepat dari petugas untuk menghindari korban tambahan.
“Saat menangkap RON, petugas menghadapi tantangan karena pelaku berusaha melukai mereka dengan senjata api rakitan. Sementara HAM berperilaku lebih defensif, tetapi tetap membahayakan situasi dengan tindakan yang tidak terduga,” kata Kapolda. Ia juga menyebutkan bahwa operasi berlangsung selama beberapa jam sebelum berhasil menangkap kedua tersangka.
Dalam proses penyelidikan, Polda Lampung mengumpulkan bukti-bukti bahwa kedua pelaku sudah memiliki rencana jangka panjang untuk melakukan pencurian. “Mereka terlibat dalam beberapa aksi serupa sebelumnya, tetapi belum pernah memperoleh hasil yang fatal seperti ini,” kata Kapolda. Ia menambahkan bahwa penembakan oleh RON menjadi titik puncak dari kejadian tersebut.
Kemungkinan pengaruh kejadian terhadap keamanan Kota Bandarlampung
Kapolda menilai bahwa kejadian penembakan oleh pelaku begal menjadi peringatan penting bagi masyarakat Kota Bandarlampung. “Kita harus meningkatkan kesadaran warga untuk berhati-hati di lingkungan yang rawan kejahatan,” jelas Kapolda. Ia berharap tindakan tersebut dapat mencegah aksi serupa di masa depan.
“Polda Lampung akan terus mengawasi area-area yang rawan, terutama di sekitar Jalan ZA Pagaralam, karena menjadi lokasi kejadian terparah,” kata Kapolda. Ia juga menyampaikan bahwa tindakan tegas yang diambil oleh petugas telah menunjukkan komitmen dalam memerangi kejahatan pencurian dengan pemberatan.
Dalam penjelasannya, Kapolda menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menangkap para pelaku yang berulang kali melakukan aksi serupa. “Kita telah memperketat pengawasan terhadap pelaku pencurian, dan penangkapan ini merupakan bukti dari keberhasilan operasi yang kita lakukan,” jelasnya. Ia juga meminta warga untuk melaporkan kejadian serupa kepada petugas agar segera ditindaklanjuti.
Kapolda menjelaskan bahwa proses penangkapan tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga kehati-hatian. “Kedua pelaku mengambil risiko besar saat menembak petugas, tetapi akhirnya mereka berhasil ditangkap setelah melawan secara aktif,” katanya. Ia menambahkan bahwa kejadian ini memperlihatkan peran penting dari tim gabungan dalam mengatasi situasi yang kompleks.
Dengan menangkap dua pelaku, Polda Lampung berharap dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Kita akan terus berupaya menangkap pelaku yang masih berkeliaran, terutama mereka yang berpotensi mengancam nyawa orang lain,” jelas Kapolda. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kekuatan operasional kepolisian di Kota Bandarlampung.