Key Discussion: Negara D-8 perkuat kolaborasi wujudkan pusat ekonomi halal dunia
Key Discussion: D-8 Perkuat Kolaborasi Pusat Ekonomi Halal Dunia
Key Discussion – Jakarta menjadi tuan rumah bagi momentum penting dalam pengembangan ekonomi halal internasional. Pada hari Rabu, pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 menandai komitmen kuat dari berbagai negara anggota organisasi kerja sama ekonomi D-8. Komunitas ini bersepakat untuk menjadikan sektor halal sebagai motor penggerak utama perdagangan multilateral serta pertumbuhan ekonomi bersama. Visi jangka panjang mereka jelas: menjadikan kawasan D-8 sebagai pusat ekonomi halal terbesar di seluruh dunia.
Para perwakilan diplomatik dari negara-negara anggota menyampaikan pandangan mereka secara terbuka selama acara pembukaan. Salah satu fokus utama adalah pencapaian target perdagangan intra-D-8 senilai lima ratus miliar dolar Amerika Serikat pada tahun dua ribu tiga puluh. Angka ambisius ini mencerminkan keyakinan bahwa potensi pasar halal masih sangat besar untuk dieksploitasi bersama. Key Discussion ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin untuk menyelaraskan visi ekonomi halal mereka.
Perspektif Mesir dan Pakistan
Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, menyampaikan pandangannya mengenai peluang ekonomi halal. Ia menilai bahwa sektor ini memiliki kapasitas luar biasa untuk mendukung pencapaian target perdagangan regional. Menurut beliau, negara-negara anggota perlu meningkatkan upaya secara konsisten demi memperluas jangkauan ekonomi halal di masing-masing wilayah.
“Negara-negara anggota D-8 memang perlu meningkatkan upaya demi memperluas jangkauan ekonomi halal di negara masing-masing,” kata Elshemy seusai pembukaan pameran.
Elshemy mengungkapkan optimisme tinggi bahwa perdagangan antarnegara anggota D-8 dapat melampaui target lima ratus miliar dolar AS. Kunci utamanya terletak pada intensifikasi upaya bersama dalam menyepakati serta mengimplementasikan perjanjian perdagangan bebas di lingkungan D-8. Dalam pameran ini, Mesir menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari kurma, kosmetik, hingga busana. Elshemy berharap pameran tersebut dapat membuka peluang ekspansi industri fesyen Mesir ke pasar Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menjelaskan bahwa negaranya mengutus pelaku usaha dari berbagai sektor industri halal. Produk yang dibawa mencakup makanan berbahan pink salt, peralatan medis, serta perlengkapan olahraga. Chaudhri menekankan bahwa Pakistan ingin bekerja sama dengan semua negara sekepentingan untuk memperluas ekspor makanan halal mereka.
“Dari pihak Pakistan, kami ingin bekerja sama dengan semua negara sekepentingan untuk memperluas ekspor makanan halal kami,” kata Chaudhri.
Chaudhri juga menekankan pentingnya saling pengakuan standar halal dan penguatan rantai pasok halal agar negara-negara D-8 mampu membangun industri halal yang lebih kompetitif, tidak hanya pada sektor makanan, tetapi juga farmasi, kosmetik, hingga busana sesuai syariah (pakaian syar’i dan modest fashion). Key Discussion ini memberikan ruang bagi pertukaran ide yang produktif antara para delegasi.
Kontribusi Palestina dan Detail Acara
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Palestina, Abdalfatah Al-Sattari, menyampaikan bahwa negaranya turut berpartisipasi dalam D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dengan menampilkan berbagai produk pertanian, pangan, dan modest fashion. Modest fashion adalah gaya berpakaian tertutup yang tidak mengekspos banyak kulit dan tidak terlalu ketat membentuk tubuh. Gaya ini sangat mengutamakan kesopanan tanpa mengorbankan estetika, sehingga pemakainya tetap bisa tampil elegan dan trendi.
Meski Palestina bukan anggota D-8, Al-Sattari mengatakan keikutsertaan negaranya mencerminkan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pengembangan industri halal.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diselenggarakan pada 8–12 Juli 2026 di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026–2027. Pameran tersebut menghadirkan berbagai produk dari negara-negara anggota D-8, kegiatan business matching, diskusi panel, serta pertunjukan budaya yang diharapkan dapat memperkuat jejaring perdagangan dan investasi industri halal di antara negara-negara peserta.
Sejarah dan Struktur D-8
D-8 adalah organisasi kerja sama pembangunan ekonomi antarnegara berkembang. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan posisi negara anggotanya di pasar global melalui kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, dan industri. D-8 didirikan di Istanbul, Turkiye pada 15 Juni 1997, dengan anggota terdiri atas Indonesia, Malaysia, Turkiye, Iran, Pakistan, Bangladesh, Mesir dan Nigeria. Pada akhir tahun 2024, Azerbaijan resmi bergabung sebagai anggota kesembilan.
Fokus utama kerja sama D-8 pada sektor pertanian, energi, perdagangan, transportasi, dan ketahanan pangan. Indonesia saat ini tengah menjabat sebagai Ketua (Keketuaan) D-8 untuk periode tahun 2026-2027. Melalui Key Discussion ini, Indonesia berharap dapat memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam ekosistem ekonomi halal global.