Meeting Results: KP2MI gandeng KBRI Ankara optimalkan pasar kerja formal di Turki
Meeting Results: KP2MI Gandeng KBRI Ankara untuk Pasar Kerja Turki
Meeting Results – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah menjalin kolaborasi strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memaksimalkan potensi pasar kerja formal yang tersedia di Turki. Meeting Results pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat kedua pihak dalam meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja Indonesia. Menteri P2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa Turki masuk dalam daftar negara prioritas untuk penempatan tenaga kerja Indonesia. Negara ini berdiri sejajar dengan Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Taiwan, serta Maladewa sebagai destinasi strategis.
Pernyataan resmi tersebut diungkapkan saat Menteri Mukhtarudin menerima kunjungan hormat dari perwakilan KBRI Ankara di kantor KP2MI Jakarta pada hari Rabu. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa kementerian sedang mendorong program SMK Go Global sebagai langkah awal yang cepat untuk meningkatkan jumlah pekerja terampil yang ditempatkan di luar negeri. Meeting Results ini menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan bilateral di sektor ketenagakerjaan.
Target Penempatan Bertahap hingga 2029
Program strategis ini dirancang untuk menempatkan pekerja migran terampil secara bertahap ke pasar internasional. Target awal yang ditetapkan adalah 40 ribu tenaga kerja pada tahun 2026. Angka tersebut diperkirakan akan melonjak drastis menjadi 140 ribu penempatan per tahun selama periode 2027 hingga 2028. Pada akhirnya, target puncak sebanyak 180.000 penempatan ditargetkan tercapai pada tahun 2029.
“Implementasinya akan dilakukan secara bertahap dengan terus memperhatikan kondisi geopolitik dunia,” kata Mukhtarudin.
Menteri P2MI menilai bahwa kebutuhan tenaga kerja di Turki terus mengalami peningkatan yang signifikan. Sektor-sektor yang menawarkan peluang emas bagi pekerja migran Indonesia meliputi hospitality dan pariwisata, manufaktur, spa dan wellness, serta caregiver dan babysitter. Meeting Results ini juga membahas strategi untuk memenuhi permintaan spesifik dari industri Turki.
Data Penempatan dan Tantangan di Lapangan
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang mencakup periode Januari 2025 hingga 6 Juli 2026, KP2MI telah memfasilitasi 14.058 layanan penempatan ke Turki. Posisi ini menempatkan Turki sebagai negara tujuan kedelapan dengan jumlah tertinggi. Saat ini, tercatat sebanyak 7.596 pekerja migran yang masih memiliki kontrak aktif di negara tersebut.
Meskipun potensinya sangat besar, tantangan di lapangan tetap menjadi perhatian serius bagi kementerian. Pada periode yang sama, tercatat adanya 208 layanan pengaduan dan 264 layanan kepulangan pekerja migran yang bermasalah. Masalah-masalah tersebut meliputi kasus gagal berangkat, pemutusan hubungan kerja sepihak, hingga deportasi.
Menanggapi situasi ini, Menteri P2MI menegaskan bahwa pengawasan akan diterapkan secara lebih ketat dari hulu ke hilir. Beliau menjelaskan bahwa proses rekrutmen dan keagenan akan diperkuat untuk memastikan informasi kerja, upah, dan fasilitas yang diberikan akurat. Agen yang terbukti melanggar akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penguatan Peran KBRI Ankara
Langkah penguatan lainnya mencakup peningkatan kualitas pra-keberangkatan. Hal ini meliputi pelatihan bahasa, mental, fisik, dan budaya bagi calon pekerja migran. Selain itu, evaluasi terhadap skema pekerja musiman juga dilakukan agar durasi kontrak kerja dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal.
Mengingat belum adanya Atase Ketenagakerjaan Indonesia di Turki, Mukhtarudin secara khusus meminta dukungan penuh dari KBRI Ankara. Dukungan ini diperlukan untuk mengawal proses penempatan, verifikasi job order, hingga perlindungan hukum di negara tersebut.
“Kita ini kan belum ada Atase di Turki. Jadi pasti peran dari KBRI Turki menjadi sangat vital. Makanya kami mohon dukungannya dari Pak Dubes, terutama terkait koordinasi job order dan percepatan proses visa kerja agar penempatan berjalan efektif,” kata Menteri P2MI tersebut.
Untuk memperkuat payung hukum bilateral, pertemuan tersebut menyepakati sejumlah poin penting terkait penguatan kerja sama ke depan. Salah satunya adalah percepatan pembentukan Joint Working Commission (JWC) on Labour Indonesia-Turki sebagai forum resmi untuk memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan pelindungan bagi para pekerja. Meeting Results ini juga menghasilkan kesepakatan untuk penyelarasan kebutuhan industri di Turki khususnya pada sektor hospitality dan manufaktur melalui penyiapan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dari tanah air. Langkah ini akan didukung oleh kolaborasi intensif antara KP2MI, KBRI Ankara, serta pemangku kepentingan terkait di Turki demi mewujudkan tata kelola penempatan yang bersih, aman, dan transparan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program SMK Go Global pemerintah. Berdasarkan hasil penjajakan langsung, KBRI Ankara siap menjadi mitra strategis dalam mengoptimalkan pasar kerja formal di Turki. Meeting Results ini menandai babak baru dalam hubungan ketenagakerjaan Indonesia-Turki yang lebih solid dan berkelanjutan.