Latest Program: 11 event unggulan dari Jawa Timur masuk dalam KEN 2026

Provinsi Jawa Timur Raih Pengakuan dengan 11 Agenda Unggulan di Program KEN 2026

Latest Program – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah resmi mengumumkan bahwa sebelas agenda budaya dan pariwisata dari Provinsi Jawa Timur berhasil lolos seleksi untuk masuk ke dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Pengumuman ini menjadi bukti nyata komitmen daerah tersebut dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis event yang berkualitas tinggi.

Nia Niscaya, selaku Juru Bicara Kementerian Pariwisata, menjelaskan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara ketat oleh para kurator independen. Lima kriteria utama digunakan sebagai acuan penilaian, meliputi aspek inovasi dan ide kreatif, pengelolaan manajemen kegiatan, sistem keuangan yang transparan, strategi komunikasi serta pemasaran, dan analisis dampak yang dihasilkan. “Seluruh event tersebut merupakan hasil proses kurasi oleh kurator independen berdasarkan lima aspek penilaian, yaitu ide dan inovasi, manajemen kegiatan, manajemen keuangan, strategi komunikasi dan pemasaran, serta analisis dampak,” ujar Nia saat ditemui di Jakarta pada hari Rabu.

Daftar Lengkap 11 Event yang Terpilih

Agenda-agenda yang berhasil masuk dalam daftar KEN 2026 tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur dengan jadwal yang berbeda-beda. Dimulai dari Festival Rujak Uleg di Surabaya pada tanggal 9 Mei, disusul Surabaya Vaganza pada 23 Mei. Untuk bulan Juni, ada Festival Nasional Reog Ponorogo yang berlangsung selama sepuluh hari di Ponorogo, serta Segoro Topeng Kaliwungu di Lumajang pada akhir bulan Juni.

Di bulan Juli, para wisatawan dapat menikmati Festival Ronthek di Pacitan, Banyuwangi Ethno Carnival, Jember Fashion Carnaval, dan Tong Tong Night Market di Kota Malang. Sementara itu, bulan September hingga Oktober diisi dengan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, Festival Musik Tong Tong di Sumenep, dan Gandrung Sewu di Banyuwangi.

Kedua event ini telah menunjukkan konsistensi dalam penyelenggaraan, memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.

Dari keseluruhan sebelas agenda tersebut, dua di antaranya mendapat penghargaan khusus sebagai Top KEN 2026, yaitu Jember Fashion Carnaval dan Festival Nasional Reog Ponorogo. Nia menambahkan bahwa kedua event ini telah menunjukkan konsistensi dalam penyelenggaraan, memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Sebagai gambaran, penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval 2025 mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp120 miliar.

Strategi Pengembangan Pariwisata Event

Nia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah mendeklarasikan diri sebagai provinsi event. Menurutnya, berbagai jenis event pariwisata seperti MICE, wisata olahraga, seni pertunjukan, festival, dan konser musik telah menjadi pendorong utama peningkatan kunjungan wisatawan dan pengembangan destinasi wisata.

Menurut data yang disampaikan, kontribusi wisata event terhadap total kunjungan wisatawan, baik dari mancanegara maupun domestik, mencapai angka 30 persen. Kedatangan para wisatawan ini sebagian besar didorong oleh keinginan untuk mengikuti berbagai event, khususnya wisata olahraga yang sangat diminati oleh generasi milenial dan Gen Z.

Kementerian Pariwisata terus mendorong seluruh daerah untuk mengembangkan pariwisata event, terutama wisata olahraga yang didukung dengan aktivitas kebugaran, petualangan dan pengalaman, sebagai unsur pendukung utama wisata olahraga. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas, yakni memiliki lama tinggal dan pengeluaran yang lebih besar serta punya kepedulian terhadap lingkungan dan pariwisata berkelanjutan yang tinggi.

Sementara itu, Evy Afianasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, sebelumnya telah mendeklarasikan daerahnya sebagai provinsi dengan penyelenggaraan event terbanyak untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, dengan sekitar 30 persen pelancong datang karena berbagai agenda yang digelar di 38 kabupaten/kota. Evy mengatakan salah satu strategi yang dijalankan pemerintah provinsi ialah mengoptimalkan sektor sport tourism sebagai penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Menurut dia, penguatan konsep eco-sport tourism diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing, seiring penyelenggaraan Mantra 116 yang diikuti 4.014 pelari dari 22 negara di Eropa, Afrika, dan Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *