Visit Agenda: Proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B diklaim “zero accident”

Proyek Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Dinyatakan Bebas Kecelakaan

Visit Agenda – Jakarta, Antaranews — Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B, yang mencakup rute Velodrome hingga Manggarai, mencatatkan pencapaian luar biasa dalam aspek keselamatan. Total jam kerja selama seluruh proses konstruksi telah mencapai angka 6.405.252, dengan catatan zero accident atau kecelakaan kerja yang tidak tercatat. Angka ini menunjukkan komitmen proyek dalam menjaga kesejahteraan pekerja sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang aman.

Zero Accident sebagai Budaya Kerja

Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, mengungkapkan bahwa keselamatan bukan sekadar bagian dari prosedur tetapi telah menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten. “Kami berusaha memastikan semua tahapan konstruksi berjalan produktif, aman, dan nyaman bagi warga sekitar,” kata dia saat memberi pernyataan di Jakarta, Jumat lalu. Menurut Ramdani, pembangunan infrastruktur transportasi modern harus sejalan dengan perlindungan terhadap pekerja serta masyarakat.

“Keselamatan bukan hanya bagian dari prosedur proyek, tetapi menjadi budaya kerja yang terus kami bangun bersama seluruh mitra dan pekerja di lapangan. Kami ingin memastikan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B berjalan produktif, aman, dan tetap memperhatikan kenyamanan warga,” kata Ramdani Akbar.

Proyek ini, yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi di Ibu Kota, dilakukan di area yang sering dilalui oleh masyarakat dan kendaraan umum. Dengan kondisi seperti ini, perlindungan terhadap keamanan pekerja dan pengguna jalan raya menjadi prioritas utama. Ramdani menyebut, konstruksi LRT Jakarta Fase 1B berlangsung di kawasan padat lalu lintas dan area kerja yang sempit, sehingga kehati-hatian ekstra dibutuhkan untuk menghindari risiko keselamatan.

Standar Keselamatan yang Terapkan

Untuk menjaga kecelakaan tetap tidak terjadi, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bekerja sama dengan kontraktor pelaksana mengimplementasikan dua sistem standar keselamatan, yaitu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, serta standar internasional ISO 45001:2018. Kedua sistem ini tidak hanya berupa sertifikasi tampilan tetapi juga mengharuskan audit berkala, laporan insiden yang transparan, serta upaya perbaikan berkelanjutan.

SMK3 bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sementara ISO 45001:2018 memberikan perspektif global dalam mengelola risiko kesehatan dan keselamatan. Dengan adanya dua standar ini, Jakpro memastikan bahwa seluruh aspek keselamatan dianggap serius sejak awal proyek hingga akhirnya selesai. “Kami menerapkan dua payung standar secara bersamaan agar keamanan selalu terjaga,” jelas Ramdani. Penerapan yang ketat diharapkan mencegah kesalahan manusia dan faktor eksternal yang mungkin mengganggu proses konstruksi.

Kemajuan Konstruksi dan Harapan Masyarakat

Dalam menjalani fase pengerjaan, progres LRT Jakarta Fase 1B mencapai 92,67 persen per minggu pertama Mei 2026. Angka ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam menghadapi tantangan teknis dan lingkungan yang kompleks. Ramdani menjelaskan bahwa proyek ini menuntut koordinasi yang intens antara tim pengawas, kontraktor, dan pekerja di lapangan. “Kami selalu memantau setiap tahap untuk memastikan kualitas dan keselamatan tetap terpenuhi,” katanya.

Kehadiran jalur LRT ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi perkotaan. Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, jalur baru ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan memperkuat sistem transportasi terintegrasi. Ramdani juga menyatakan bahwa proyek ini berupaya menekankan keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi polusi udara dan emisi karbon melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Pengaruh terhadap Keselamatan dan Kesejahteraan

Dalam kondisi kota yang dinamis, keselamatan di tempat kerja menjadi faktor kritis. Ramdani menjelaskan bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, pelatihan berkala untuk pekerja, serta pengawasan ketat dari tim keselamatan adalah langkah-langkah yang diambil. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa proses konstruksi tidak mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar, seperti membangun jembatan sementara dan mengatur alur lalu lintas secara terpadu.

Mengingat tingginya volume pekerjaan, angka zero accident terasa luar biasa. Ramdani mengungkapkan bahwa proyek ini melibatkan ribuan tenaga kerja, termasuk dari luar negeri, sehingga manajemen keselamatan harus diterapkan secara ketat. “Kami selalu mengevaluasi potensi risiko setiap hari,” tambahnya. Kebiasaan ini juga mencerminkan upaya Jakpro untuk mengembangkan kesadaran keselamatan di lingkungan kerja, baik bagi karyawan maupun mitra.

Perspektif Dunia dan Kontribusi Lokal

Menurut Ramdani, penerapan standar internasional seperti ISO 45001:2018 memberikan nilai tambah karena mengharuskan perusahaan mengikuti protokol yang lebih ketat. Hal ini juga mendorong penggunaan teknologi dan metode modern dalam mengelola kecelakaan. Dengan demikian, Jakpro tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga mencerminkan komitmen untuk berkembang bersamaan dengan lingkungan yang lebih baik.

Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B diharapkan tidak hanya menjadi ikon infrastruktur modern tetapi juga memperkuat identitas Kota Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan transportasi. Ramdani menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada kolaborasi yang kuat antara semua pihak. “Kami selalu bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk memastikan proses konstruksi berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.

Kondisi Jakarta yang semakin padat membutuhkan solusi transportasi yang efisien. LRT Fase 1B, dengan total panjang sekitar 17,5 kilometer, dirancang untuk menjadi bagian dari sistem transportasi multimodal yang lebih terpadu. Dengan adanya jalur ini, harapan masyarakat Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurangi kepadatan jalan semakin terlihat nyata. Ramdani menambahkan bahwa proyek ini juga menjadi pembelajaran dalam mengelola proyek infrastruktur besar di lingkungan perkotaan.

Kelengkapan standar keselamatan yang diterapkan menunjukkan bahwa Jakpro tidak hanya fokus pada kecepatan pengerjaan tetapi juga pada kualitas. Pihaknya berharap pengalaman dari proyek ini dapat dijadikan contoh bagi proyek infrastruktur lainnya di Indonesia. Dengan zero accident selama pengerjaan, Jakarta Propertindo membuktikan bahwa keberhasilan proyek besar tidak hanya ditentukan oleh teknik tetapi juga oleh komitmen terhadap keselamatan manusia.

Dari segi progres, 92,67 persen penyelesaian proyek pada awal Mei 2026 menunjukkan bahwa target selesai bulan Agustus 2026 masih tercapai. Ramdani menyatakan bahwa saat ini fokus utama adalah penyelesaian pekerjaan di titik-titik kritis, seperti stasiun dan jalur rel. “Kami juga sed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *