Topics Covered: Paris ketiga: Rafale, CEPA, dan Palestina
Topics Covered: Rafale, CEPA, dan Palestina dalam Diplomasi Indonesia
Topics Covered – Jakarta – Dalam lima bulan pertama tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto telah mengunjungi Paris sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan Januari, April, dan Mei. Kunjungan berulang ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa pentingnya Paris dalam strategi diplomasi Indonesia. Prabowo sendiri mengakui hal tersebut di depan Presiden Macron, mengatakan, “Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis.” Kalimat itu mungkin terdengar seperti basa-basi diplomatik, tetapi sebenarnya mencerminkan prioritas utama dalam hubungan bilateral.
Peran Paris dalam Membangun Kerja Sama Pertahanan
Kunjungan Prabowo ke Paris bukan sekadar ritual, melainkan titik balik penting dalam kebijakan pertahanan Indonesia. Sejak masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo telah membangun kerja sama strategis dengan Prancis, yang kini berlanjut setelah ia menjabat sebagai presiden. Salah satu pencapaian utama adalah pembelian 42 unit jet tempur Rafale dari Dassault Aviation. Tiga unit pertama telah tiba di Indonesia pada Januari 2026, dengan pengiriman berikutnya dijadwalkan untuk pertengahan tahun ini.
Kerja sama ini menandai modernisasi TNI AU yang telah berlangsung hampir empat tahun. Rafale, yang diklaim sebagai pesawat tempur canggih dengan kemampuan serang dan pertahanan terbaik, akan menjadi bagian penting dari sistem pertahanan nasional. Selain itu, kerja sama pertahanan juga mencakup pengembangan kapal selam Scorpène Evolved melalui patungan PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis. Proyek ini memperkuat kemampuan Indonesia dalam bidang maritim dan memberikan pengalaman teknis dalam produksi kapal selam.
Diplomasi Ekonomi dan Kebijakan CEPA
Dalam rangka mengembangkan hubungan bilateral, Topics Covered juga mencakup kesepakatan CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) antara Indonesia dan Prancis. CEPA, yang ditandatangani pada 2023, bertujuan memperkuat perdagangan dan investasi antar kedua negara. Dalam pertemuan di Paris, Prabowo menegaskan komitmen untuk mendorong ekspor produk Indonesia ke Prancis serta menarik investasi Prancis ke sektor manufaktur dan teknologi.
Kerja sama ekonomi ini merupakan bagian dari kebijakan luar negeri yang mengutamakan penguatan ekonomi nasional. CEPA memberikan akses lebih luas ke pasar Prancis, yang merupakan salah satu negara pemimpin dalam industri pertahanan dan energi. Dengan berbagai kebijakan seperti ini, Indonesia mencoba memperluas peluang ekonomi dan membangun ekosistem industri yang lebih mandiri.
Isu Palestina dalam Agenda Diplomasi
Selain Rafale dan CEPA, Topics Covered juga mencakup isu Palestina yang menjadi sorotan dalam kunjungan Prabowo ke Paris. Dalam diskusi bilateral, Prabowo mengungkapkan dukungan Indonesia terhadap Palestina dalam upaya menegakkan keadilan di Timur Tengah. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam isu-isu kemanusiaan dan keadilan internasional.
Kedua negara sepakat menggalang dukungan untuk Palestina, terutama dalam konteks perang saudara di Gaza dan negosiasi damai antara Israel dan Palestina. Prabowo menekankan bahwa Indonesia akan terus berperan aktif dalam menjaga keseimbangan kekuatan dan menyelesaikan konflik regional. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah.
Strategi Banyak Fase dalam Diplomasi Indonesia
Dalam konteks ini, Topics Covered menunjukkan bahwa Indonesia memiliki strategi yang terstruktur dalam diplomasi luar negeri. Kunjungan berulang ke Paris menandai fokus pada tiga isu utama: modernisasi militer, kerja sama ekonomi, dan isu geopolitik seperti Palestina. Selain itu, Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan negara-negara lain, seperti Prancis, untuk mengembangkan kapasitas pertahanan dan ekonomi nasional.
Komitmen kerja sama dengan Prancis, yang mencakup teknologi pertahanan dan transfer ilmu, menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Prabowo menegaskan bahwa pembelian Rafale dan kolaborasi dalam proyek kapal selam adalah langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan Indonesia. Di sisi lain, dukungan terhadap Palestina menunjukkan perhatian Indonesia terhadap isu-isu global yang terkait dengan keamanan dan kemerdekaan bangsa.
Topics Covered dalam kunjungan Prabowo ke Paris menegaskan bahwa diplomasi Indonesia tidak hanya berfokus pada hubungan dengan negara-negara tetangga, tetapi juga menggarap kerja sama dengan negara-negara besar di dunia. Dengan tiga isu utama yang diangkat, Indonesia mencoba membangun jaringan kekuatan internasional yang seimbang. Hal ini mengindikasikan pergeseran dalam strategi luar negeri, di mana penguatan pertahanan dan ekonomi menjadi prioritas utama, sementara isu geopolitik seperti Palestina tidak terabaikan.