Special Plan: WIKA Optimalkan Penyelesaian Sekolah Rakyat Banyumas Jelang Target Juni 2026

WIKA Percepat Proyek Sekolah Rakyat Banyumas untuk Mencapai Target Juni 2026

Special Plan – Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sedang berupaya mempercepat proses pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Proyek ini menjadi fokus utama WIKA dalam memastikan fasilitas pendidikan bisa segera digunakan masyarakat. Hingga 19 Mei 2026, progres konstruksi telah mencapai 65,58%, dengan target penyelesaian diperkirakan pada 20 Juni 2026. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa saat ini, beberapa tahap pengerjaan masih berlangsung, termasuk pembuatan finishing, pemasangan atap genteng, serta penerapan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) di area proyek.

Pelaksanaan Pekerjaan yang Sedang Berjalan

Proyek Sekolah Rakyat Banyumas juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung dan pemanfaatan landscaping untuk memperindah lingkungan sekolah. Pekerjaan di lapangan dilakukan secara intensif, dengan penekanan pada efisiensi dan kecepatan. Menurut Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, tim proyek terus mengoptimalkan segala sumber daya untuk memastikan semua tahapan bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal. “Kami berupaya menggerakkan seluruh aspek konstruksi agar proyek dapat rampung tepat waktu,” tambah Ngatemin.

Strategi Pengerjaan untuk Mempercepat Progres

Untuk mempercepat penyelesaian, WIKA menerapkan berbagai metode yang berbeda dari biasanya. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan material precast pada konstruksi dinding, yang diharapkan meningkatkan efisiensi pengerjaan. Selain itu, perusahaan juga mempercepat pengiriman bahan finishing dan MEP, serta menambah jumlah tenaga kerja di lapangan. Sistem kerja 24 jam dengan dua shift juga diterapkan, yaitu mulai pukul 08.00–22.00 WIB dan 19.00–06.00 WIB. “Dengan sistem ini, kami memastikan tidak ada hambatan dalam waktu pengerjaan,” jelas Ngatemin.

Menurut data terbaru, sekitar 1.011 pekerja telah terlibat dalam proyek tersebut. Sebagian besar bahan utama sudah tiba di gudang sementara yang berada dekat lokasi proyek, sehingga distribusi ke lapangan bisa dilakukan secara cepat. Ngatemin menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama, meski ada tantangan seperti perubahan desain dan cuaca yang sering hujan. “Kami melakukan adaptasi secara real-time untuk mengatasi hambatan tersebut,” lanjutnya.

“WIKA terus melakukan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas melalui optimalisasi tenaga kerja, percepatan material, penerapan sistem kerja 24 jam, serta penyesuaian metode kerja pada pekerjaan dinding dengan menggunakan material precast agar proyek dapat selesai sesuai target. Di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan desain dan kondisi cuaca yang dominan hujan, WIKA tetap memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan safety & quality induction, Safety Morning Talk (SMT), Tool Box Meeting (TBM) harian, serta penambahan personel quality dan HSE di lapangan,” ujar Ngatemin.

Manfaat Proyek untuk Masyarakat

Sekolah Rakyat Banyumas yang segera selesai diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar. Ngatemin menyatakan bahwa fasilitas pendidikan ini akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas. “Pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung pemerataan pendidikan di daerah,” terang Ngatemin.

Dalam pelaksanaannya, WIKA tidak hanya fokus pada kecepatan tetapi juga pada kualitas konstruksi. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa pengawasan terhadap standar kualitas dan keamanan di lapangan dilakukan secara ketat sejak awal. Penambahan tenaga khusus di bidang quality dan HSE menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan semua proses konstruksi berjalan aman, terstruktur, dan sesuai persyaratan perusahaan. “Kami memastikan setiap tahap pekerjaan memenuhi standar yang ketat, termasuk kesehatan dan keselamatan pekerja,” katanya.

Tantangan dan Adaptasi dalam Proses Pekerjaan

Ngatemin menambahkan bahwa meski terdapat tantangan, seperti perubahan desain dan cuaca yang tidak menentu, WIKA tetap stabil dalam menjaga kualitas. Selama proyek berlangsung, tim HSE terus memantau kondisi lingkungan dan keamanan pekerja. Di sisi lain, penerapan sistem kerja 24 jam membantu mengurangi waktu penghentian, sehingga progres tidak terganggu. “Kami juga melakukan evaluasi berkala terhadap segala aspek pekerjaan untuk memastikan tidak ada kekurangan,” jelas Ngatemin.

Menurut informasi yang dihimpun, pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas tidak hanya mencakup fasilitas fisik, tetapi juga perencanaan yang matang. Dengan konstruksi yang rampung sesuai target, sekolah ini diharapkan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Ngatemin menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan proyek ini sebagai contoh keberhasilan dalam pengembangan pendidikan. “Kami yakin proyek ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pembentukan SDM Indonesia yang lebih berkualitas,” tutup Ngatemin.

Dalam konteks nasional, proyek Sekolah Rakyat Banyumas menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan. WIKA terus berupaya memastikan bahwa setiap elemen proyek, dari desain hingga pelaksanaan, memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan penggunaan teknologi dan metode pengerjaan yang inovatif, perusahaan optimis bisa menyelesaikan proyek sesuai jadwal. “Kami berharap sekolah ini bisa menjadi pusat pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas juga menjadi refleksi komitmen WIKA dalam menerapkan prinsip HSE secara menyeluruh. Seluruh tim terlibat dalam upaya menjaga keamanan dan kesehatan kerja, sekaligus memastikan lingkungan konstruksi tetap ramah dan aman. Selain itu, pengawasan berkala terhadap kualitas bahan dan proses pengerjaan dilakukan untuk meminimalkan risiko kesalahan. “Dengan kombinasi strategi tersebut, kami yakin proyek ini akan berjalan lancar hingga selesai,” pung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *