Key Strategy: Dirut Bulog pastikan kualitas beras di Papua aman-terjaga buat warga
Dirut Bulog Pastikan Kualitas Beras di Papua Aman dan Terjaga untuk Warga
Key Strategy – Jayapura, Papua (ANTARA) – Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa seluruh tim di bawah naungannya berkomitmen untuk memastikan pasokan beras yang diberikan kepada masyarakat Papua tetap dalam kondisi optimal. “Masyarakat tidak perlu cemas atau ragu, beras yang disalurkan telah diuji kualitasnya dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi,” ujarnya saat ditemui di Kota Jayapura, Papua, Senin (tanggal dan bulan tidak disebutkan secara spesifik).
Dalam kunjungan ke gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Rizal memastikan bahwa proses pengujian beras dilakukan secara ketat untuk menjaga standar kualitas. Ia menekankan bahwa setiap karung beras yang masuk ke gudang harus diperiksa secara langsung, termasuk menilai kadar air dan konsistensi butir beras. “Kita ingin masyarakat merasa puas, karena beras yang sampai ke tangan mereka harus tetap segar, higienis, dan bermanfaat,” tambah Rizal dalam pernyataannya.
“Sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, Bulog harus menjadi mitra yang andal dalam memenuhi kebutuhan logistik masyarakat,”
Menurut Rizal, keberhasilan distribusi beras tidak hanya bergantung pada jumlah stok, tetapi juga pada keandalan proses pemeriksaan. Ia menyatakan bahwa seluruh anggota tim di Papua melakukan penimbangan ulang setiap karung beras untuk memastikan volume pasokan sesuai rencana. Selain itu, prosedur pengujian kadar air menggunakan alat digital menjadi bagian penting dalam menjaga mutu produk. “Setiap angka yang terlihat di layar alat itu harus dalam batas aman, maksimal 14 persen,” jelasnya.
Pengujian Kualitas di Gudang Argapura
Kunjungan Rizal ke gudang Argapura di Jayapura tidak hanya memeriksa kondisi stok, tetapi juga melibatkan pengamatan langsung terhadap proses pengambilan sampel. Ia menyaksikan tim Bulog menarik beras dari truk pengangkut dan mengeceknya secara visual menggunakan wadah berbentuk corong putih. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa beras yang masuk ke daerah terjaga dari risiko kontaminasi atau penurunan kualitas selama distribusi.
Dalam proses pengujian, Rizal mengingatkan bahwa kadar air beras adalah indikator penting dalam menilai keawetan dan kesegaran. Ia memastikan bahwa angka yang tercatat pada layar alat digital selalu dalam rentang yang aman. “Kita ingin beras yang sampai ke piring warga tetap terjaga rasa dan teksturnya,” katanya.
Bulog juga memperkuat komitmen untuk menjaga konsistensi kualitas beras di setiap tahap distribusi. “Kita tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga pada kepuasan masyarakat. Seluruh jajaran harus bekerja secara sinkron agar pelayanan logistik pangan berjalan lancar,” imbuh Rizal.
Komitmen Bulog untuk Ketersediaan Pangan
Ketersediaan beras di Papua kini mencapai sekitar 17.000 ton, dengan stok yang tersebar di berbagai gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Rizal menyatakan bahwa angka ini akan ditingkatkan tiga kali lipat hingga mencapai 50.000 ton. “Penambahan stok ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak pernah kehabisan beras, terutama selama musim kemarau atau saat permintaan meningkat,” ujarnya.
Gudang Argapura, Jayapura, sendiri menyimpan sekitar 985 ton beras. Stok ini telah disiapkan untuk disalurkan sesuai kebutuhan warga, sehingga distribusi tetap terjaga konsistensi. “Dengan stok yang memadai, kita bisa memenuhi permintaan masyarakat di wilayah Papua, baik di kota maupun daerah terpencil,” tambah Rizal.
Rizal juga menyoroti peran provinsi sentra produksi nasional, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, dalam memperkuat pasokan beras ke Papua. “Kedua daerah tersebut dipilih karena memiliki produksi tinggi dan sistem distribusi yang mendukung kecepatan pengiriman,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa Bulog berupaya mempercepat distribusi beras agar tidak ada penundaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen agar setiap beras yang disalurkan tidak mengecewakan warga Papua. Kualitas harus tetap terjaga, sepanjang tahun,”
Dalam upaya menjaga kualitas, Bulog terus melakukan pengawasan ketat terhadap setiap tahapan logistik. Rizal menyebutkan bahwa pemeriksaan kadar air dan butir patah (broken) menjadi fokus utama. “Persentase butir patah tidak boleh melebihi ambang batas yang ditentukan, karena ini berdampak pada rasa dan tekstur beras,” kata Rizal.
Selain itu, Bulog juga mengedepankan upaya peningkatan kinerja di seluruh jajaran di Papua. Rizal mengingatkan bahwa distribusi pangan harus cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. “Jika proses distribusi terganggu, kebutuhan masyarakat bisa terlambat terpenuhi,” ujarnya.
Kebutuhan pangan masyarakat Papua menjadi prioritas utama Bulog. Rizal menegaskan bahwa cadangan pangan nasional saat ini cukup untuk memenuhi permintaan. “Dengan stok yang memadai, kita bisa merasa yakin bahwa warga Papua tidak akan mengalami kelangkaan beras,” katanya.
Peningkatan Pasokan untuk Kebutuhan Pangan
Pasokan beras ke Papua juga diperkuat melalui mekanisme pemindahan stok dari provinsi produsen utama. Rizal menjelaskan bahwa Sulawesi Selatan dan Jawa Timur menjadi sumber utama pasokan, karena kemampuan produksi mereka yang tinggi dan akses logistik yang baik. “Kedua provinsi itu mampu mengirimkan beras secara efisien, sehingga kita bisa menjaga ketersediaan pasokan di Papua,” ujarnya.
Proses distribusi beras di Papua dilakukan secara terpadu, dengan tim Bulog berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kecepatan pengiriman. Rizal menekankan bahwa kualitas dan kuantitas beras harus seimbang. “Beras harus tetap memiliki cita rasa yang sama, meskipun volume pasokan meningkat,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog berupaya menjaga keamanan pangan di Papua. Rizal menegaskan bahwa kehadiran Bulog bertujuan untuk memastikan setiap warga Papua dapat memperoleh beras berkualitas. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, agar warga tidak pernah merasa kehilangan kepercayaan,” pungkasnya.
Kebijakan Bulog ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Rizal menyatakan bahwa strategi pemeriksaan kualitas dan peningkatan stok menjadi bagian dari upaya menyediakan logistik pangan yang terbaik. “Kita ingin setiap beras yang sampai ke warga Papua tetap layak dikonsumsi, baik dalam kondisi normal maupun situasi darurat,” tambahnya.
Dengan komitmen ini, Bulog berharap masyarakat Papua dapat merasa aman dalam mengakses beras. Rizal juga mengingatkan bahwa stok yang tinggi tidak cukup jika tidak diiringi pengelolaan