Visit Agenda: KAI Daop Jember pastikan jalur kereta api aman dilalui pascagempa
KAI Daop Jember Pastikan Jalur Kereta Api Aman Usai Gempa
Visit Agenda – Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Jember pada Selasa sore, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memberikan penjelasan bahwa seluruh jalur kereta api dalam kondisi aman untuk dilalui. Gempa tersebut berkekuatan 4,8 pada pukul 15.39 WIB, dengan pusat gempa berada di 99 kilometer tenggara Jember. Titik kedalaman gempa mencapai 14 kilometer, dengan koordinat 9,07 LS dan 113,82 BT, menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah Proaktif Setelah Gempa
Menanggapi peristiwa gempa, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) Daop 9 Jember langsung melakukan koordinasi dengan seluruh petugas stasiun yang terdapat di antara Pasuruan dan Ketapang. Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa respons cepat diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan pada prasarana transportasi. “Kami mendengar informasi gempa dari BMKG dan segera memantau kondisi seluruh jalur operasional,” katanya.
“Setelah dilakukan konfirmasi dan pemeriksaan pada pukul 16.05 WIB, seluruh lintas Daop 9 Jember dari Pasuruan sampai Ketapang dalam kondisi aman,” ujar Cahyo.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 9 Jember memberlakukan pembatasan layanan (BLB) terhadap beberapa kereta api yang melintas di daerah tersebut. BLB ini bertujuan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat potensi kerusakan prasarana. “Kereta api yang dilakukan BLB antara lain KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang,” tambah Cahyo.
Kereta api tersebut dihentikan sementara di Stasiun Kalisetail untuk menjalani inspeksi menyeluruh terhadap jalur rel, struktur jembatan, dan prasarana pendukung lainnya. Petugas teknis dari KAI melakukan pengecekan detail, termasuk memastikan stabilitas bangunan stasiun dan keandalan sistem sinyal. Dalam waktu kurang dari 10 menit setelah gempa, tim inspeksi menemukan bahwa tidak ada kerusakan signifikan yang mengancam keamanan operasional.
Perjalanan KA Sangkuriang dan KA Pandanwangi kembali diizinkan setelah pemeriksaan selesai pada pukul 16.10 WIB. Meski ada penundaan sekitar 10 menit, keduanya berangkat sesuai jadwal baru. “Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap kejadian gempa memicu penyesuaian rencana operasional,” jelas Cahyo.
Kereta Api Lain Beroperasi Normal
Bukan hanya KA Sangkuriang dan Pandanwangi, beberapa rangkaian kereta api lainnya juga tetap berjalan lancar. Antara lain, KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen-Ketapang), KA Sri Tanjung (Yogyakarta-Ketapang), serta KA Logawa (Purwokerto-Ketapang) tidak mengalami gangguan. Hal ini menunjukkan bahwa gempa tidak secara signifikan mengubah kondisi infrastruktur kereta api di wilayah tersebut.
Menurut Cahyo, seluruh prosedur pemeriksaan telah dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku. “Kami memastikan tidak ada keberangkatan yang berisiko, termasuk menjalani simulasi dan pengujian kembali terhadap sistem keselamatan,” ujarnya. Pihak KAI juga melakukan evaluasi terhadap jalur yang paling rentan terhadap guncangan, seperti daerah dengan kondisi tanah longsoran atau bangunan yang mungkin retak.
“Bagi masyarakat yang menggunakan layanan kereta api, kami berkomitmen untuk menyediakan perjalanan yang aman dan nyaman,” kata Cahyo.
Daop 9 Jember mengungkapkan bahwa gempa menjadi momen untuk memperkuat kehati-hatian dalam mengoperasikan layanan transportasi. “Keselamatan perjalanan adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi gangguan, termasuk dari bencana alam, selalu ditangani secara ketat,” jelas Cahyo. Ia menambahkan bahwa langkah BLB ini bukan pertama kalinya dilakukan, terutama untuk jalur yang terletak di daerah rawan gempa.
Sebagai bentuk respons terhadap gempa, KAI Daop 9 Jember juga memberikan informasi langsung kepada para penumpang melalui media sosial dan layanan pelanggan. Jumlah penumpang yang mengalami keterlambatan minimal, sebagian besar berada di stasiun penghubung seperti Kalisetail. Pihak KAI berupaya meminimalkan dampak negatif dengan menginformasikan jadwal operasional terkini dan menyediakan bantuan bagi penumpang yang membutuhkan.
Penyesuaian Jadwal dan Rekayasa Darurat
Penyesuaian jadwal kereta api menjadi langkah penting dalam menjaga kenyamanan para penumpang. “Kami mencoba menyeimbangkan antara kecepatan layanan dan kehati-hatian terhadap potensi kerusakan,” ujar Cahyo. Pihak KAI juga mengambil langkah darurat seperti menambah jumlah petugas pemantau di jalur utama dan memastikan penerangan serta sistem komunikasi berjalan optimal.
Sebagai hasil pemeriksaan, seluruh jalur kereta api di Daop 9 Jember dinyatakan dalam kondisi aman. Tidak ada laporan kerusakan pada rel, jembatan, atau bangunan stasiun yang signifikan. Cahyo menegaskan bahwa pemeriksaan akan terus dilakukan hingga kondisi stabil sepenuhnya. “Kami yakin bahwa KAI Daop 9 Jember dapat memberikan layanan yang andal meskipun terjadi peristiwa alam seperti gempa,” tuturnya.
Gempa yang terjadi pada Selasa sore merupakan salah satu dari sekian banyak bencana alam yang sering terjadi di wilayah Jawa Timur. Daop 9 Jember memiliki catatan sejarah bahwa sebagian besar jalur kereta api di sana berada di zona rentan gempa. Meski begitu, KAI tetap menjaga konsistensi dalam pelayanan, baik dalam kondisi normal maupun saat ada gangguan.
Dalam jangka panjang, KAI Daop 9 Jember berencana meningkatkan sistem pemantauan gempa melalui teknologi real-time. “Kami sedang merancang sistem yang lebih canggih untuk mendeteksi perubahan kondisi prasarana lebih awal,” jelas Cahyo. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan layanan kereta api lebih resilien terhadap bencana alam. Selain itu, pihak KAI juga mengadakan pelatihan berkala bagi staf untuk menghadapi situasi darurat.
Dengan berbagai langkah tersebut, KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa tidak ada hambatan signifikan dalam operasional kereta api. Pemulihan layanan terjadi dengan cepat, dan semua kereta kembali berjalan sesuai jadwal. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa KAI Daop 9 Jember selalu menjaga keselamatan perjalanan,” pungkas Cahyo. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman setelah gempa berlalu.